Selasa, 28 April 2026

Internasional

Trump Guncang Hollywood! Film Luar Negeri Terancam Kena Tarif 100 Persen

Kebijakan tarif sebelumnya biasanya menyasar produk seperti mobil, obat-obatan, dan chip elektronik. Kini, film pun bisa terdampak.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Facebook The White House
TARIF DAGANG AS - Foto ini diambil pada Kamis (3/4/2025) dari Facebook The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara selama konferensi pers setelah menandatangani kenaikan tarif dagang baru antara AS dan negara lain di dunia, di Gedung Putih di Washington, DC, AS pada Rabu (2/4/2025). Industri hiburan Amerika Serikat dibuat bingung dan waspada pada hari Senin (6/5/2025), setelah Presiden Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif sebesar 100 persen 

Trump Guncang Hollywood! Film Luar Negeri Terancam Kena Tarif 100 Persen

SERAMBINEWS.COM-Industri hiburan Amerika Serikat dibuat bingung dan waspada pada hari Senin (6/5/2025), setelah Presiden Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif sebesar 100 persen untuk semua film yang diproduksi di luar negeri.

Namun, Trump tidak menjelaskan detail bagaimana dan kapan kebijakan itu akan mulai berlaku.

Dilansir dari kantor berita Reuters (6/5/2025), sejumlah eksekutif studio besar mengatakan bahwa mereka tidak tahu pasti bagaimana kebijakan ini akan diterapkan.

Padahal, sebagian besar film besar Hollywood sering dibuat di beberapa negara berbeda, misalnya pengambilan gambar di satu negara, efek visual di negara lain, dan proses akhir seperti editing di AS.

Pernyataan Trump muncul setelah ia bertemu dengan aktor Jon Voight, penasihat khusus Steven Paul, dan eksekutif media Scott Karol di kediamannya di Mar-a-Lago.

Menurut mereka, pertemuan itu membahas berbagai cara untuk menghidupkan kembali industri film dan TV dalam negeri, termasuk insentif pajak dan penerapan tarif dalam kondisi tertentu.

Jika diberlakukan, tarif ini akan memperluas kebijakan perdagangan AS ke sektor jasa sesuatu yang jarang terjadi.

Kebijakan tarif sebelumnya biasanya menyasar produk seperti mobil, obat-obatan, dan chip elektronik. Kini, film pun bisa terdampak.

Baca juga: Warga Banda Aceh Kini Bisa Cek Jadwal dan Rute Bus Trans Koetaradja Hanya Menggunakan Aplikasi!

Dampak pada Produksi Film

Studio Hollywood selama ini banyak memindahkan produksinya ke luar negeri, seperti Inggris, Kanada, dan Australia, demi memanfaatkan insentif pajak dan biaya produksi yang lebih murah.

Survei dari ProdPro menunjukkan lima lokasi produksi favorit para eksekutif studio untuk tahun 2025–2026 semuanya berada di luar AS.

"Kalau tarif ini berlaku, akan sulit membuat film berskala besar," kata produser Todd Garner dari Australia, tempat ia sedang syuting film laga Runner.

"Bagaimana Anda akan membuat Saving Private Ryan di AS? Di Shreveport? Atau Mission: Impossible yang syutingnya keliling dunia?"

Seorang eksekutif studio lain mengatakan bahwa produksi film seperti membuat mobil: banyak komponennya berasal dari negara berbeda dan dirakit di satu tempat.

"Apakah tarif ini hanya berlaku untuk bagian yang dikerjakan di luar negeri? Atau juga proyek dengan pendanaan asing?" ujarnya.

Baca juga: Cuma Jalan Kaki 9.000 Langkah, Risiko Kanker Turun Drastis 26 Persen! Ini Penjelasan Ilmiahnya

Reaksi dan Ketidakjelasan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved