Berita Nasional
Indonesia Jadi Kunci Global, Vaksin TBC Bill Gates Siap Diuji di Sini!
Setiap tahun, sekitar 100.000 orang meninggal dunia akibat penyakit ini di Indonesia, dan jumlah pasien aktif diperkirakan mendekati 2 juta orang.
Penulis: Gina Zahrina | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Indonesia resmi menjadi salah satu negara lokasi uji klinis tahap akhir (fase 3) vaksin Tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan oleh Bill & Melinda Gates Foundation bekerja sama dengan perusahaan farmasi GlaxoSmithKline (GSK) dan Aeras.
Keputusan ini menjadi bagian dari upaya global mengembangkan vaksin TBC yang efektif untuk mencegah TBC, penyakit yang masih menjadi pembunuh diam-diam di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.
Uji klinis Vaksin TBC ini mendapat persetujuan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI setelah melewati proses evaluasi ilmiah ketat oleh tim independen dari Komite Nasional Evaluasi Obat.
Melansir dari Kompas, Tim ini terdiri dari para ahli dari berbagai universitas ternama, termasuk Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Aman dan Sudah Lalui Uji di Eropa
Taruna menjelaskan, vaksin TBC ini sebelumnya sudah melalui uji klinis fase 1 dan fase 2 di negara maju seperti Swiss.
Fokus dari dua fase awal itu adalah memastikan keamanan dan dosis yang tepat, dan hasilnya menunjukkan bahwa vaksin ini aman dengan efek samping ringan seperti demam, mirip dengan vaksin lainnya.
“Uji (fase) tiga sudah melalui proses yang panjang, maka efek samping yang dikhawatirkan saya kira bisa ditolerin” Tutur Ikrar kepala BPOM di gedung DPR RI yang dikutip dari Kompas (15/5/2025).
Baca juga: Mengapa Vaksin M72 Bisa Menjadi Kunci Utama Mengalahkan TBC di Indonesia? Ini Jawabannya
Kenapa Indonesia Terlibat? Ini Alasan Kuatnya
Ada alasan besar mengapa Indonesia sangat relevan dalam uji klinis ini. Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia, setelah India.
Setiap tahun, sekitar 100.000 orang meninggal dunia akibat penyakit ini di Indonesia, dan jumlah pasien aktif diperkirakan mendekati 2 juta orang.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, juga menyebut bahwa keterlibatan Indonesia merupakan bagian dari kontribusi global dalam inovasi medis.
Ia meminta masyarakat tidak terjebak dalam isu konspirasi dan tetap percaya pada proses ilmiah.
Uji Klinis Dilakukan Secara Sukarela dan Transparan
Uji klinis vaksin ini menggunakan metode “double blind” yang artinya baik relawan maupun tim medis tidak tahu siapa yang mendapat vaksin dan siapa yang menerima plasebo, demi menjaga objektivitas data.
Di Indonesia, uji klinis akan melibatkan sekitar 2.000 relawan dari total 20.000 relawan global. Yang penting, semua relawan dipastikan:
- Berpartisipasi secara sukarela
- Tidak dipungut biaya
- Diberikan informasi lengkap tentang proses uji coba
“Yang pertama, uji klinis kriteria etiknya tidak boleh ada paksaan. Harus sukarela dan tidak dipungut bayaran itu pasti,” jelas Taruna.
Baca juga: Bill Gates Dukung Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia, Bagaimana Kondisi TBC di Negeri Ini?
Pengawasan Ketat dari Berbagai Lembaga
Uji klinis ini tidak dilakukan sembarangan. Pemerintah memastikan bahwa prosesnya diawasi banyak pihak kredibel seperti:
- World Health Organization (WHO)
- Kementerian Kesehatan RI
- Rumah sakit dan universitas lokal
- Lembaga pengawasan etik dan penelitian internasional
| Tak Jadi Dipotong, Dek Gam Ajak Pemangku Kepentingan Kawal Penggunaan TKD Aceh 2026 |
|
|---|
| Transfer ke Daerah Aceh Tahun 2026 Rp 1,6 Triliun tak Kena Kebijakan Efisiensi |
|
|---|
| Aceh Gunakan UMP 2025 |
|
|---|
| Satgas Yonif 113 JS Ikut Tradisi Budaya Bakar Batu, Ritual Adat Khas Tanah Papua |
|
|---|
| Go Live Nasional: Duo BPJS Percepat Layanan Dugaan Kecelakaan Kerja/PAK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/3-Ilustrasi-vaksin.jpg)