Penghargaan

PRHIA Terima Penghargaan ‘Kampus Berdampak’ dari Rektor USK

Penghargaan diserahkan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) atas nama Rektor USK, Prof. Marwan, dalam acara Musrenban

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
TERIMA PENGHARGAAN – Pusat Riset Hukum, Islam, dan Adat (PRHIA) bersama sejumlah pihak lainnya saat menerima penghargaan Rektor USK, dalam acara Musrenbang USK, di Gedung AAC Dayan Dawood, Sabtu (17/5/2025).  

Laporan Rianza Alfandi I Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pusat Riset Hukum, Islam, dan Adat (PRHIA) Universitas Syiah Kuala (USK) menerima penghargaan Rekor USK sebagai Pusat Riset yang berkontribusi dalam mewujudkan ‘Kampus Berdampak’. 

Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata PRHIH kepada masyarakat melalui berbagai program unggulan yang berdampak langsung. 

Penghargaan diserahkan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) atas nama Rektor USK, Prof. Marwan, dalam acara Musrenbang USK, di Gedung AAC Dayan Dawood, Sabtu (17/5/2025). 

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang hukum, Islam, dan adat. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan USK dan masyarakat,” kata Kepala PRHIA, Prof. Azhari.

Azhari menyebut, penghargaan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi pihaknya, lantaran di usia yang baru tiga tahun PRHIA mampu bersanding dengan salah satu pusat riset unggulan USK yakni Atsiri Research Center (ARC). 

“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat PRHIA dalam mengintegrasikan riset, pengabdian masyarakat, dan pengembangan kapasitas berbasis kearifan lokal,” ujarnya. 

Lebih lanjut, kata Azhari, secara khusus PRHIA USK selama ini telah berperan penting dalam memfasilitasi pengakuan hutan adat di tiga kabupaten di Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Pidie, dan Kabupaten Bireuen. 

Selain itu, PRHIA juga berhasil memfasilitasi lahirnya tanah ulayat di Kemukiman Siem (Kecamatan Baitussalam) dan Kemukiman Seulimum (Kecamatan Seulimum) Kabupaten Aceh Besar.

Tak hanya bergerak di tingkat advokasi dan fasilitasi kebijakan, PRHIA juga aktif mendekatkan mahasiswa kepada realitas sosial melalui kegiatan kuliah lapangan di wilayah hutan adat dan tanah ulayat. 

“Kegiatan ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai program studi untuk belajar langsung dari masyarakat adat mengenai tata kelola sumber daya alam berbasis kearifan lokal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa penghargaan ini juga menjadi bukti komitmen USK dalam menjalankan program Diktisaintek Berdampak, yang bertujuan mendorong riset dan pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Senada dengan itu, Sekretaris PRHIA, Teuku Muttaqin Mansur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan PRHIA. Ia berharap perjalanan PRHIA semakin memberi dampak dan manfaat bagi masyarakat luas. 

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Rektor dan seluruh jajaran pimpinan atas arahan dan dukungannya selama ini. Terima kasih juga kepada seluruh tim PRHIA yang luar biasa, yang telah bekerja keras, berkolaborasi, dan menjadikan PRHIA berdampak sesuai arahan Kemendiktisaintek,” ujarnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved