Kupi Beungoh
Membangun Budaya Kampus: Kiat Meningkatkan Kuantitas Mahasiswa
Budaya kampus yang sehat menjadi lirikan, incaran dan target utama bagi calon mahassiswa baru pada saat menentukan pilihan masuk ke Perguruan Tinggi.
*) Oleh: Dr. H. Herman, M.A
MEMBANGUN budaya kampus yang sehat dapat meningkatkan reputasi, dan lebih dikenal di mata publik.
Budaya kampus yang sehat menjadi lirikan, incaran dan target utama bagi calon mahassiswa baru pada saat menentukan pilihan masuk ke Perguruan Tinggi (PT).
PT yang memiliki budaya kampus yang sehat sentiasa berpegang teguh pada nilai-nilai, norma-norma, dan tradisi yang positif terkait kegiatan perkuliahan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Konon lagi di era teknologi digital sekarang ini, budaya kampus yang sehat dapat diteropong dari jarak dekat dan jarak jauh melalui media teknologi digital dan alat komunikasi android.
Melalui media teknologi digital dan alat komunikasi android dapat memastikan kampus yang mana memiliki budaya kampus yang sehat.
Karena budaya kampus yang sehat disamping dapat meningkat reputasi kampus, juga dapat menjamin kualitas pendidikan dan kepusaan layanan akademik, dan non akademik yang diterima mahasiswa di kampus tersebut.
Kemudian budaya kampus yang sehat disamping terkenal di mata publik. juga dengan mudah meningkatkan kuantitas mahasiswa di kampus.
Karena pelanggang pendidikan disamping menggali informasi melalui media teknologi digital, juga mareka mencari informasi melalui mahasiswa yang sedang belajar di kampus tersebut, apakah kualitas proses perkuliahan berjalan dengan tertib dan lancar, lingkungan kampus bersih dan nyaman, serta layanan akademik dan non akademik yang diterima mendapat kepuasan dan kelancaran di kampus.
Selama ini banyak kampus dalam meningkatkan kuantitas mahasiswa, hanya mengandalkan strategi pemasaran, melalui promosi menggunakan media sosial dan platform online, iklan di media cetak dan elektronik serta melalui event-event pameran pendidikan, pelatihan dan workshop untuk mempromosi program studi dan kampus.
Kemudian ada juga yang mengandalkan strategi kerja sama dengan madrasah/sekolah, instansi pemeritah, dan industri serta alumni untuk menarik minat pelanggan pendidikan masuk ke PT tersebut.
Bahkan ada juga yang mengandalkan strategi pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebututuhan masyarakat, pemerintah dan industri.
Ternyata dilapngan, strategi-strategi tersebut diatas tidak menjamin adanya peningkatan kuantitas mahasiswa di kampus, karena ada faktor lain yang dipertimbangkan oleh pelanggan pendidikan pada saat menentukan pilihan melanjutkan pendidikan, yaitu budaya kampus.
Karena anggapan mareka budaya kampus yang sehat disamping mahasiswa menerima pendidikan yang berkualitas juga mendapat kepuasan terhadap layanan akademik, dan non akademik di kampus.
Ada beberapa kiat dalam rangka meningkatkan kuantitas mahasiswa melalui membangun budaya kampus yang sehat, diantaranya melalui membangun visi dan misi kampus, meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, menjamin kualitas pendidikan, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan di kampus dan memelihara lingkungan kampus yang sejuk dan dan nyaman serta menyediakan fasilitas yang memadai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-H-Herman-MA-Dosen-STAIN-Teungku-Dirundeng-Meulaboh-01010.jpg)