Citizen Reporter
Tradisi Islam di Kota Kazan, Rusia
Kazan Forum adalah forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai delegasi dunia, terutama dari negara-negara Islam.
Prof. Dr. SYAHRIZAL ABBAS, M.A., Guru Besar Fakultas Hukum dan Syariah serta Ketua Program Studi Doktor Fikih Modern UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Kazan, Rusia
Saya patut bersyukur kepada Allah Swt sebagai Ketua Program Studi Doktor (S3) Fikih Modern di UIN Ar-Raniry Banda Aceh dapat memenuhi undangan Rais of the Republik of Tatarstan, Russian Federation untuk mengikuti Kazan Forum 2025 mulai 14 hingga 16 Mei 2025 di Kota Kazan, Federasi Rusia.
Kazan Forum adalah forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai delegasi dunia, terutama dari negara-negara Islam.
Forum ini membicarakan isu strategis yang dihadapi dunia Islam dalam bidang ekonomi, hukum, kebudayaan, lingkungan, tatanan sosial dunia Islam, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan lain-lain.
Kazan Forum merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Republik Tatarstan, Federasi Rusia yang didukung oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Pada tahun 2025 Kazan Forum inimengangkat tema “Penguatan Ekonomi Islam di Dunia” dalam rangka memperkuat hubungan kerja sama Russia dengan Dunia Islam (Russia-Islamic World).
Pemilihan Kota Kazan sebagai penyelenggara Forum Ekonomi Islam Dunia sangat beralasan, karena Kota Kazan adalah ibu kota dari Republik Tatarstan, Federasi Rusia yang mayoritas penduduknya muslim. Bahkan, Presiden Republik Tatarstan adalah seorang muslim, bernama Rustam Minnikhanov.
Masyarakat Kota Kazan berasal dari suku Tatar dan Turks yang sangat kuat memegang ajaran Islam dalam kehidupannya dan mengalami perjalanan pahit dalam menjalankan Islam di era Uni Soviet.
Namun, mereka memiliki darah pejuang dan pantang menyerah dalam menjalakan ajaran Allah yang membawa kebaikan dan rahmat bagi seluruh alam.
Terma-terma Islam masih sering digunakan dalam kehidupan masyarakat Kota Kazan, seperti untuk Presiden Tatarstan mereka menyebut sebagai Ra-is (Penguasa-Kepala) Republik Tatarstan.
Kota Kazan adalah kota warisan budaya Islam dan banyak meninggalkan situs sejarah, bahkan naskah Al-Qur’an yang ditulis tangan era Dinasti Bani Umayyah (Tabi’in), masih ditemukan di Museum Kota Kazan.
Gerak nadi kegiatan Islam sangat terasa di Bumi Tatarstan yang dibuktikan dengan banyaknya aktivitas Islam di masjid terbesar dan terindah di kota ini, yaitu Masjid Kul Syarif yang terletak di tengah Kremlin Kota Kazan.
Aktivitas ekonomi masyarakat Tatarstan banyak bertumpu di sektor pertanian dan perkebunan yang menghasilkan berbagai buah segar yang tidak hanya dikonsumsi oleh warga Kota Kazan, tetapi juga diekspor ke negara-negara tetangga Rusia.
Bumi Tatarstan sangat subur, karena negeri ini memiliki dua sungai paling indah yang membelah Koat Kazan, yaitu Sungai Volka dan Sungai Kazanska.
Kota Kazan juga dikenal sebagai kota industri dan jasa, bahkan salah satu pabrik yang memproduksi pesawat tempur Sukhoi Rusia terletak di Kota Kazan.
Meskipun Kota Kazan adalah kota industri dan jasa, tetapi masyarakatnya juga cukup ramah dan senang berkomunikasi dengan siapa saja, termasuk dengan tamu dari luar negeri. Kondisi ini sangat berbeda dengan masyarakat Moskow yang barangkali cukup ‘cuek’ dan penuh kehati-hatian bila berhadapan dengan orang asing.
Oleh karenanya, cukup alasan bagi Kota Kazan untuk menyelenggarakan Kazan Forum dalam rangka memperkuat hubungan ekonomi Ferderasi Rusia dengan Dunia Islam.
Di sela-sela aktivitas di Kazan Forum, kami sempat mengunjungi gedung yang berbentuk
mangkuk atau dikenal dengan Kazan Wedding Palace. Dalam bahasa Tatar, Kazan berarti mangkuk. Gedung ini diperuntukan bagi pasangan calon suami istri yang akan menikah dengan tradisi Tatarstan.
Pengelola tempat ini menyediakan fasilitas pakaian adat, mengatur prosesi adat perkawinan, administrasi, dan imam yang akan memimpin prosesi perkawinan, bahkan disediakan pula ruang jamuan makan bagi para tamu yang mengikuti prosesi perkawinan ala adat Tatarstan.
Menariknya, bagi tamu asing yang akan melangsungkan prosesi pernikahan juga disediakan ruangan, tetapi berbeda dengan ruangan yang digunakan oleh masyarakat Tatarstan.
Bagi tamu asing juga disediakan fasilitas pakaian adat, prosesi perkawinan, administrasi dan imam yang memimpin prosesi perkawinan ala adat Tatarstan.
Pernikahan dilangsunkan berdasarkan rukun dan syarat sebagaimana yang diatur dalam ajaran Islam, khususnya Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanafi.
Saya juga berkesempatan berkunjung ke Kazan Federal University (KFU) dan bertemu Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional, Timirkhan Alishev. Kami berdiskusi mengenai tindak lanjut kerjas ama perguruan tinggi di Aceh dengan Kazan Federal University.
Universitas Kazan adalah univeritas terbesar di Kota Kazan yang merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan berbagai bidang ilmu pengetahuan, baik dalam rumpun ilmu alam, ilmu sosial, humaniora, ilmu terapan, maupun berbagai subdisipiln ilmu lainnya.
Menariknya, saya sempat memasuki ruangan kuliah tempat belajarnya pemimpin terbesar Uni Soviet, yaitu Vladimir Lenin. Bahkan, saya diminta oleh Profesor Timirkhan untuk menempati kursi yang diduduki Lenin ketika belajar di Kazan Federal University.
Lenin sempat mengenyam pendidikan di Kazan walaupun tidak selesai karena keburu memimpin revolusi Uni Soviet. Ruang kuliah Lenin sangat sederhana, tetapi penuh dengan buku-buku ekonomi, politik, dan militer, sehingga pikiran Lenin dalam menggerakan revolusi besar Uni Soviet penuh dengan pikiran ekonomi, politik, dan militer.
Vladimir Lenin lahir 1870 dan memimpin Uni Soviet sebagai kepala negara sejak tahun 1917-1920. Lenin adalah tokoh besar Uni Soviet yang telah menjalankan revolusi dengan mengamalkan gagasan marxisme dalam politik dan ekonominya.
Bekas gagasan Lenin masih terasa di Kazan, sehingga di depan Kantor Rektorat Kampus Kazan Federal University didirikan patung besar Lenin, sebagai bentuk penghormatan atas gagasan besarnya bagi revolusi Uni Soviet.
Kondisi Kazan hari ini sudah jauh berubah, sebagai negeri dalam Federasi Rusia yang memiliki kekuatan dan otonomi yang luas dalam menjalankan ajaran Islam. Ajaran Islam yang dijalankan dalam kehidupan masyarakat Kazan adalah ajaran Islam yang sangat moderat, saling menghargai, dan menghormati antarumat beragama.
Hal ini dibuktikan dengan berdirinya Masjid Kul Syarif yang berdampingn dengan gereja dalam wilayah Kremlin Kazan. Masyarakat Kota Kazan menginginkan Islam kuat kembali di Bumi Tatarstan sebagaimana pernah jaya di era tempo doeloe.
Islam di Eropa sudah mulai bangkit dengan menunjukkan nilai universalnya dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, hukum, dan bahkan politik.
Kazan Forum 2025 adalah bukti konkret revitalisme Islam di Eropa. Semoga bermanfaat dan menjadi ‘lesson learn’ atau pembelajaran berhikmah bagi kita semua.
| Student Exchange Ke Brunei: Melihat Langsung Negara yang Religius, Tertib, dan Lestarikan Hutan |
|
|---|
| Rahasia di Balik Kemajuan dan Keteraturan Singapura |
|
|---|
| Indonesia Kaya SDA, Tapi Mengapa Rakyat Miskin dan Bodoh? |
|
|---|
| Student Exchange UIN Ar-Raniry Kunjungi Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah, Brunei Darussalam |
|
|---|
| Jemput Ilmu dan Jaringan Internasional: 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terbang ke Brunei Darussalam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SYAHRIZAL-ABBAS-for-Rusia.jpg)