Internasional

Trump Klaim Jackpot dari Teluk Senilai 2 triliun Dolar!  Kesepakatan Fantastis atau Fatamorgana?

Arab Saudi, Qatar, dan UEA menampilkan kekayaan mereka dengan spektakuler, dari iring-iringan kendaraan Tesla Cybertruck, pengawalan jet tempur, unta

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
YouTube The White House
DONALD TRUMP - Foto ini diambil dari YouTube The White House pada Rabu (5/3/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi isyarat ketika sejumlah warga AS memberikan ucapan terima kasih pada Selasa (4/3/2025). 

Kesepakatan Fantastis atau Fatamorgana? Trump Klaim Jackpot dari Teluk Senilai 2 triliun Dolar! 

SERAMBINEWS.COM- Dalam perjalanan pulangnya dari kunjungan diplomatik ke kawasan Teluk, Presiden Donald Trump menyebut perjalanannya itu sebagai sebuah momen bersejarah.

 “Itu adalah empat hari yang hebat, empat hari yang bersejarah,” ujarnya kepada para wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.

Dengan percaya diri khasnya, ia menambahkan, “Pekerjaan dan uang yang masuk ke negara kami, belum pernah ada yang seperti itu.”

Dilansir dari BBC News (21/5/2025), Trump mengklaim telah berhasil mengamankan komitmen investasi fantastis bernilai lebih dari $2 triliun dari tiga negara Teluk: Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). 

Namun, di balik gemerlap tarian pedang dan sambutan kerajaan, muncul pertanyaan besar: apakah angka-angka tersebut benar-benar realistis?

Baca juga: Harga Emas Tembus Langit! Harga Sentuh Level Tertinggi, Investor Panik Serbu Logam Mulia!

Kemewahan Diplomatik ala Teluk

Kunjungan Trump ke kawasan Teluk tak ubahnya parade mewah.

Arab Saudi, Qatar, dan UEA menampilkan kekayaan mereka dengan spektakuler, dari iring-iringan kendaraan Tesla Cybertruck, pengawalan jet tempur, unta dan kuda Arab, hingga pertunjukan tari pedang tradisional. 

Bahkan, UEA menganugerahkan Trump penghargaan sipil tertinggi mereka Order of Zayed.

Di balik simbolisme dan kemewahan itu, para pemimpin Teluk ingin menyampaikan pesan yang jelas: mereka bersedia membuka pundi-pundi untuk mempererat hubungan strategis dengan AS terutama di bidang ekonomi dan teknologi.

Janji Investasi Fantastis, Tapi Apakah Realistis?

Di Arab Saudi, Trump menyatakan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah mengonfirmasi komitmen investasi sebesar $600 miliar dalam berbagai sektor seperti pertahanan, kecerdasan buatan (AI), kesehatan, infrastruktur, hingga kerja sama sains dan keamanan.

Salah satu sorotan utama adalah kesepakatan pertahanan senilai $142 miliar, yang oleh Gedung Putih disebut sebagai kesepakatan senjata terbesar sepanjang sejarah.

Namun sejumlah ekonom dan analis menyoroti bahwa banyak dari “kesepakatan” tersebut masih berupa nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding), yang belum tentu berujung pada transaksi nyata.

Baca juga: Trump Berencana Bangun Golden Dome, Proyek Pertahanan Luar Angkasa Senilai Rp2 Kuadriliun, Apa Itu?

Tim Callen, mantan kepala misi IMF di Arab Saudi dan kini peneliti di Arab Gulf States Institute, menyatakan dengan tegas: “Buktinya dengan semua kesepakatan ini akan terlihat di lapangan.”

Data sebelumnya menunjukkan bahwa saat menjabat pada periode pertama (2017–2021), Trump pernah mengklaim telah mendapatkan komitmen investasi senilai $450 miliar dari Saudi, namun data resmi menunjukkan arus perdagangan dan investasi aktual tidak pernah melebihi $300 miliar selama periode itu.

Qatar dan UEA Tak Mau Kalah

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved