Berita Banda Aceh
Kemenekraf Perkenalkan Musik Tradisional Aceh Gandeng Killa The Phia dan Rapai Pase
Mohammad Amin, mengatakan, program tersebut sebagai upaya untuk mempercepat rantai nilai ekonomi kreatif, produksi, konsumsi dan konservasi.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) memfasilitasi pembuatan video produksi lagu berjudul ‘Hitam’ milik Killa The Phia yang berkolaborasi dengan musik ikon Aceh rapai pase.
Pembuatan video produksi itu dilakukan dalam rangka program akselerasi kreatif untuk memperkenalkan ikon daerah ke kancah nasional hingga internasional. Program itu merupakan bagian dari penguatan ekonomi kreatif yang kini digalakkan pemerintah pusat.
Direktur Musik Ekonomi Kreatif Kemenekraf, Mohammad Amin, mengatakan, program tersebut sebagai upaya untuk mempercepat rantai nilai ekonomi kreatif, produksi, konsumsi dan konservasi.
Dia mengatakan, grup Band Killa The Phia yang dikenalkan dengan musik metalnya, akan dikolaborasi dengan musik khas Aceh Rapai Pase. Musik tersebut memiliki khas sendiri yang menggabungkan dua elemen musik modern dan tradisional.
“Yang kami fasilitasi adalah pembuatan video produksi dari lagu berjudul ‘Hitam’ dari Killa The Phia dan digabungkan dengan rapai Pase. Aceh perlu kita kenalkan identitasnya,” kata Mohammad Amin kepada Serambi, Senin (26/5/2025).
Ia mengatakan, ingin menjadikan akselerasi kreatif ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat sekaligus membangun community development. Alasan pihaknya memilih Killa The Phia untuk diberikan pendampingan, selain band metal tersebut berasal dari Aceh, juga dalam bermusik ia memberikan sentuhan khas Aceh yang menjadi pembeda dengan grup metal lainnya.
Hal itu, sebut Mohammad Amin, sejalan dengan tagline yang digagas Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya--yang juga putra Aceh--yang ingin membangun ekonomi kreatif dari daerah. “Jadi menurut saya sangat tepat, karena dengan membangun ekraf dari daerah, maka perputaran ekonomi atau prinsip ekraf ini betul-betul bisa terjadi di Aceh dengan menjadi Killa The Phia sebagai ikonnya,” ucapnya.
Diharapkan, kolaborasi ini dapat menginspirasi dan memberikan dampak psikologis kepada para pelaku ekonomi kreatif lain di Aceh. Terlebih, lanjutnya, ketika Killa The Phia tampil sebagai band metal di Jerman beberapa bulan lalu, di intro awal mereka memperkenalkan musik rapai ke kancah dunia.
“Karena memang kita berbicara industri kreatif, faktor pembeda itu sangat penting. Identitas itu membedakan mereka dengan grup metal dari Solo, Garut dan sebagainya. Apalagi setelah melihat lagu yang diproduksi dengan rapai pase ini, menurut saya bukan kawin paksa. Hasilnya sangat bagus,” jelasnya.
Dalam produksi video tersebut kata Mohammad Amin, Killa The Phia mampu lagu metal berjudul Hitam tersebut terjait dengan sempurna. Rapai pase pada lagu itu nanti muncul pada intro, dan briggsnya, serta garis melodi yang khas Aceh. “Menurut saya itu sudah sangat khas Aceh, dan kita harap ini menjadi sukses sebagaimana program ini juga sukses lahir di Merauke. Dan yang saya sangat apresiasi, semua talennya itu dari Aceh, mulai dari story board, production dan sebagainya,” pungkasnya.(iw)
| Ini Sejumlah Pejabat Polda Aceh dan Tiga Kapolres yang Baru |
|
|---|
| Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Aceh dan Tiga Kapolres |
|
|---|
| 20 Desember Hari Radio Aceh, Mengingatkan Peran Radio Rimba Raya dan Tantangan Penyiaran Masa Kini |
|
|---|
| Ketua DPRK Banda Aceh Minta Pertamina Awasi Pangkalan dan Agen LPG untuk Stabilkan Harga |
|
|---|
| Pemadaman Listrik Bikin Harga Semen Meroket di Aceh, Kini Pabrik Pacu Distribusi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Direktur-Musik-Ekonomi-Kreatif-Kemen-Ekraf-Mohammad-Amin.jpg)