Selasa, 21 April 2026

KUPI BEUNGOH

Zulhijjah Meningkatkan Keimanan dan Ketaatan

Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah."

Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/IST
Pengurus ISAD Aceh, Tgk Junaidi SH MAg 

*) Oleh: Junaidi, S.H., M.Ag

ISLAM sebagai agama yang sempurna telah mengatur kehidupan umatnya secara menyeluruh, termasuk dalam hal waktu.

Di antara waktu-waktu yang dimuliakan dalam Islam adalah bulan-bulan haram, salah satunya adalah bulan Zulhijjah.

Bulan ini merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriyah dan memiliki banyak keistimewaan yang berkaitan langsung dengan peningkatan spiritual seorang Muslim.

Melalui berbagai ibadah yang disyariatkan, seperti haji, kurban, puasa Arafah, serta amalan-amalan sunnah lainnya, bulan Zulhijjah menjadi momentum emas untuk memperkuat keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Keutamaan bulan Zulhijjah tersebut dalam nash Al-Quran surat At-Taubah ayat 36 yang dijelaskan empat bulan haram (al-ashhur al-hurum): "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram..."

Bulan haram adalah bulan-bulan yang dimuliakan, di mana pahala dilipatgandakan dan dosa pun diperberat.

Dalam konteks ini, sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah merupakan waktu yang paling utama dalam setahun.

Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah." (HR. Bukhari)

Keutamaan ini menunjukkan bahwa waktu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas amal ibadah.

Dalam sepuluh hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat sunnah, puasa, sedekah, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir, termasuk membaca takbir, tahmid, dan tahlil.

Puncak ibadah Haji pada wukuf di Arafah yang dilakukan pada tanggal 9 Zulhijjah sebagai ibadah yang tertinggi, serta salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Zulhijjah adalah puasa Arafah.

Bagi mereka yang tidak menunaikan ibadah haji, puasa ini memiliki keutamaan luar biasa.

Rasulullah SAW bersabda:  "Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya." (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa puasa Arafah adalah bentuk ketaatan yang mendatangkan pengampunan besar dari Allah SWT.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved