Konflik Palestina dan Israel

Gudang Bantuan PBB di Gaza Diserbu Warga, Situasi Kemanusiaan Makin Mencekam

“Kami harus segera meningkatkan bantuan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka tidak akan kelaparan,” kata WFP dalam pernyataan resmi.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/Anadolu
Sebuah gudang bantuan milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gaza dibobol oleh massa warga yang kelaparan pada hari Rabu (28/5/2025). 

Gudang Bantuan PBB di Gaza Diserbu Warga, Situasi Kemanusiaan Makin Mencekam

SERAMBINEWS.COM- Sebuah gudang bantuan milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gaza dibobol oleh massa warga yang kelaparan pada hari Rabu (28/5/2025).

 Insiden ini terjadi di tengah kondisi yang makin memburuk di wilayah Palestina tersebut, di mana ribuan orang menghadapi ancaman kelaparan dan bantuan kemanusiaan masih sangat terbatas.

Program Pangan Dunia (WFP) menyebutkan bahwa dua orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka dalam kejadian yang terjadi di gudang pusat Gaza.

Dalam pernyataannya, WFP mendesak agar bantuan pangan segera ditingkatkan secara besar-besaran.

“Kami harus segera meningkatkan bantuan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka tidak akan kelaparan,” kata WFP dalam pernyataan resmi.

Rekaman video dari saksi mata yang telah diverifikasi oleh Reuters memperlihatkan kerumunan besar orang memaksa masuk ke dalam gudang. Mereka membawa tas dan kotak berisi bahan bantuan, sementara di latar terdengar suara tembakan.

 Hingga kini, belum jelas siapa yang melepaskan tembakan atau bagaimana dua orang bisa tewas dalam insiden tersebut.

Baca juga: Harga Emas Terjun Bebas! Putusan Pengadilan AS Hantam Pasar Global

 Bantuan Masuk Masih Terbatas

Setelah lebih dari dua bulan blokade, Israel mulai mengizinkan bantuan terbatas masuk ke Gaza sejak 10 hari yang lalu.

Bantuan dikirim melalui dua jalur utama: Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Namun, menurut utusan PBB untuk Timur Tengah, Sigrid Kaag, jumlah bantuan yang diizinkan masuk oleh Israel masih jauh dari cukup.

“Bantuan yang diberikan saat ini ibarat sekoci penyelamat setelah kapalnya tenggelam,” ungkap Kaag kepada Dewan Keamanan PBB.

“Seluruh penduduk Gaza kini menghadapi ancaman kelaparan.”

Baca juga: Trump Membara! Sebut Putin Bermain Api dan Gila di Tengah Gempuran Mematikan Rusia ke Ukraina

 
Serangan Israel Berlanjut, Korban Bertambah

Sementara itu, Israel tetap melanjutkan serangan militer ke wilayah Gaza.

Pada hari Rabu, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 30 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved