Senin, 18 Mei 2026

Berita Bireuen

Dirjen Dikti Khairul Munadi: Pendidikan Harus Berdampak dan Relevan untuk Siapkan Generasi Emas 2045

Dalam paparannya, Prof Khairul Munadi menekankan pentingnya inovasi dan relevansi dalam sistem pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman dan meme

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
SEMINAR - Dirjen Dikti Kemendikti Saintek RI, Prof Dr Khairul Munadi, ST MEng, Rabu (4/6/2025) malam menjadi narasumber utama dalam Seminar Pendidikan Nasional bertema “Inovasi Manajemen Sekolah dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045”. Seminar ini berlangsung di aula Creative Centre MA Jangka, Universitas Almuslim, dan dimoderatori Rektor Umuslim Dr Marwan. 

Dalam paparannya, Prof Khairul Munadi menekankan pentingnya inovasi dan relevansi dalam sistem pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman dan memenuhi kebutuhan bangsa.

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Dirjen Dikti Kemendikti Saintek RI), Prof Dr Khairul Munadi ST MEng, menjadi narasumber utama dalam Seminar Pendidikan Nasional. 

Seminar bertema “Inovasi Manajemen Sekolah dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045” ini digelar di aula Creative Centre MA Jangka, Universitas Almuslim atau Umuslim Peusangan Bireuen, Rabu (4/6/2025) malam.

Seminar dimoderatori Rektor Umuslim, Dr Marwan MPd, ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa magister administrasi manajemen pendidikan, serta undangan lainnya.

Dalam paparannya, Prof Khairul Munadi menekankan pentingnya inovasi dan relevansi dalam sistem pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman dan memenuhi kebutuhan bangsa.

“Pendidikan harus selalu berinovasi dan relevan dengan kebutuhan bangsa. Sulit membayangkan kemajuan suatu daerah tanpa sumber daya manusia yang unggul,” tegas Prof Khairul.

Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi prioritas dalam upaya memajukan daerah dan bangsa.

Baca juga: Ustaz Yahya Waloni Meninggal Dunia, Isi Khutbah Jumat Terakhirnya: Pentingnya Bertauhid Kepada Allah

Untuk itu, pendidikan membutuhkan dukungan kolaboratif dari berbagai elemen, mulai dari sivitas akademika, tenaga pengajar, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas.

“Membangun pendidikan harus dilakukan secara kolaboratif, termasuk dengan organisasi profesi seperti Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonesia (ISMaPI),” tambahnya.

Prof Khairul juga menyinggung peran penting ISMaPI yang, menurutnya, bukan hanya sekadar organisasi profesi.

Tetapi penggerak dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif serta menjadi agen transformasi dalam manajemen dan administrasi pendidikan nasional.

Ia turut mengangkat konsep kampus berdampak, yakni perguruan tinggi yang tidak hanya memproduksi ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai solusi konkret atas persoalan masyarakat.

“Kampus harus menjadi mitra strategis masyarakat, aktif belanja masalah, dan menawarkan solusi berbasis riset untuk menyelesaikan persoalan lokal maupun nasional,” ujarnya.

Baca juga: Makeup Anti Luntur Seharian! Ini Rahasia Touch Up Para MUA Saat Idul Adha Meski Cuaca Panas Terik

Menurutnya, perguruan tinggi di Aceh, baik negeri maupun swasta, harus mampu hadir di tengah masyarakat dan memberi dampak langsung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved