Berita Bireuen

HRD: Irigasi Hagu Bireuen Hancur Diterjang Banjir Bisa Dibiayai APBN

Pembangunan irigasi Hagu, Peudada Bireuen yang hancur bisa dibangun dengan APBN dan sudah ada Inpres untuk penanganan dan pemeliharaan jaringan irigas

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota Komisi V DPR-RI.Fraksi Patai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ruslan M Daud 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Pembangunan irigasi Hagu, Peudada Bireuen yang hancur bisa dibangun dengan APBN dan sudah ada Inpres untuk penanganan dan pemeliharaan jaringan irigasi. 

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi V DPR-RI.Fraksi Patai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ruslan M Daud terkait penanganan jaringan irigasi rusak, Minggu (8/6/2025) di sela sela halal bil halal di Meuligo Residen, Gampong Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Bireuen. 

H Ruslan mengatakan, penanganan irigasi dan infrastruktur lainnya sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, Serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan. 

Dengan terbitnya inpres tersebut tiga bulan lalu saat ini untuk pembangunan irigasi dan Infrastruktur seperti jalan di daerah bisa dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: HRD : Pelabuhan Krueng Geukueh Layak Jadi Pusat Ekspor - Impor Aceh

Sebelumnya , kata H Ruslan, dana APBN tidak bisa membiayai kegiatan pembangunan yang menjadi kewenangan kabupaten atau provinsi. 

Tetapi dengan adanya Inpres pada saat Presiden Jokowi dan dilanjutkan Presiden Prabowo.

Dana APBN sudah bisa digunakan untuk membiayai pembangunan di daerah, tentu dengan pola Pemerintah daerah harus menyiapkan administrasi dan mengusulkannya ke pemerintah pusat.

"Jadi tergantung Pemda, pemerintah pusat telah memberikan peluang.

Aplikasi disediakan oleh pemerintah pusat ini juga agar dapat dimanfaatkan secara maksimal," ujar HRD.

Terkait penanganan bendungan irigasi Hagu Peudada telah hancur dihantam banjir dan irigasi Aneuk Gajah Rheut Peudada belum tuntas pembangunannya.

HRD mengatakan, kedua irigasi tersebut satu kesatuan dan keduanya perlu dibangun, guna terpenuhi kebutuhan suplai air ke persawahan masyarakat.

Inpres dimaksud, kata HRD sudah terbitkan tiga bulan terakhir. 

Baca juga: Kerusakan Bendungan Irigasi Hagu Peudada kian Parah, Terkendala Aliran Air ke Padi Petani

Jadi selain irigasi, juga jalan yang tidak mampu dibangun daerah karena terbatas anggaran juga sudah bisa dibangun dengan dana APBN.

Termasuk rehab rumah sekolah dalam wilayah tingkat I maupun tingkat II bisa dibangun juga dengan APBN, guna membantu mempercepat proses pembangunan di daerah dikarenakan daerah tidak memiliki anggarannya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved