Konflik Palestina dan Israel

Zona Bantuan Jadi Zona Kematian! Empat Warga Gaza Ditembak Pasukan Israel Saat Menuju Titik Bantuan

Empat orang warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka pada hari Minggu (8/6/2025) ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah sekelompo

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Anadolu Agency
Jenazah korban di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis setelah tentara Israel membunuh warga Palestina yang mencoba mencapai titik distribusi bantuan di sebelah barat Rafah, 1 Juni 2025 

Zona Bantuan Jadi Zona Kematian! Empat Warga Gaza Ditembak Pasukan Israel Saat Menuju Titik Bantuan


SERAMBINEWS.COM- Empat orang warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka pada hari Minggu (8/6/2025) ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah sekelompok orang yang sedang menuju lokasi distribusi bantuan di kota Rafah, Gaza selatan.

Dilansir dari kantor berita Reuters (9/6/2025), informasi ini disampaikan oleh tim paramedis Palestina yang berada di lokasi kejadian.

Peristiwa ini menambah panjang daftar korban jiwa dalam sepekan terakhir di sekitar area distribusi bantuan yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF) , sebuah organisasi bantuan kemanusiaan yang beroperasi di Jalur Gaza dengan dukungan Israel.

Warga setempat menyebut area tersebut semakin tidak aman karena seringnya terjadi penembakan, bahkan menyebut lokasi itu telah menjadi “perangkap maut.”

Baca juga: Harga Emas Terperosok! Harapan Damai Dagang dan Tenaga Kerja AS Bikin Investor Goyah

Penembakan dan Tanggapan Israel

Militer Israel mengonfirmasi bahwa pihaknya memang menembakkan senjata di kawasan Gaza selatan pada hari itu.

Namun, mereka mengklaim bahwa tembakan tersebut hanya bersifat "peringatan" dan ditujukan kepada sekelompok orang yang mendekat ke arah pasukan dan dianggap sebagai ancaman.

Tentara juga mengatakan bahwa mereka telah memberikan peringatan lisan sebelumnya, dan menekankan bahwa lokasi tersebut merupakan "zona militer aktif" di luar jam operasional distribusi bantuan.

Menurut aturan yang diberlakukan oleh militer Israel, warga hanya diizinkan untuk mendekati pusat distribusi bantuan GHF antara pukul 6 pagi hingga 6 sore.

Di luar jam itu, wilayah tersebut dianggap sebagai zona terlarang atau tertutup.

Namun, paramedis Palestina melaporkan bahwa korban ditembak di pagi hari, sebelum mereka sempat mencapai titik distribusi bantuan.

 Empat jenazah telah dievakuasi dari lokasi kejadian di Rafah.

Baca juga: Pecah Kongsi! Trump dan Elon Musk Saling Hantam, Saham Tesla Ambruk Seketika!

Kesaksian Keluarga Korban

Salah satu korban bernama Khaled Doghmah, berusia 36 tahun, tewas setelah ditembak di kepala ketika berusaha mencari makanan untuk keluarganya.

Sang istri, Sanaa, mengatakan bahwa Khaled hanya ingin mengambil bantuan makanan agar kelima anak mereka bisa makan.

"Dia ingin mencari makanan untuk anak-anaknya karena di rumah tidak ada sebutir pun tepung," ujar Salwah, bibi Khaled, saat pemakaman.

Kritik Terhadap Sistem Distribusi Bantuan

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved