Kader PSI Sebut Jokowi Sudah Penuhi Syarat Jadi Nabi, Dipertanyakan Jhon Sitorus: Nabi Agama Mana?

Dalam pernyataannya, Dedy Nur Palakka menyebut bahwa Jokowi memiliki sifat-sifat yang dianggapnya layak disematkan pada sosok seorang nabi.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
Instagram / @jokowi
BAJU ADAT - Busana yang dikenakan Jokowi adalah baju adat Ageman Songkok Singkepan Ageng dari Keraton Surakarta, Jawa Tengah. - Kader PSI Sebut Jokowi Sudah Penuhi Syarat Jadi Nabi, Dipertanyakan Jhon Sitorus: Nabi Agama Mana? 

"Ngga ada yang berlebihan dalam ruang idea bro @jhonsitorus_19. Kalau saya menulis bahwa Jhon juga bisa jadi nabi baru apa yang saya langgar, ini pikiran bebas saya saja,”

“Cuman reaksi Jhon dkk ternyata lumayan bersemangat, jadi mari kita lanjutkan narasi ini sampai benar-benar kejadian," timpalnya.

Sejumlah warganet pun bereaksi atas pernyataan kader PSI tersebut.

Mereka menilai, Dedy dianggap berlebihan dalam memberikan pujian kepada Jokowi

Kader PSI itu kemudian membuat penjelasan terkait pernyataannya tersebut.

Menurutnya, tidak semua penyebutan "nabi" berarti secara literal menerima wahyu dari Tuhan seperti yang dipahami dalam Islam atau Kristen.

Dia juga tak sepakat dengan persepsi bahwa seorang nabi harus menerima wahyu secara langsung dari Tuhan

"Orang yang menerima wahyu dari Tuhan untuk disampaikan kepada umat manusia. Namun, dalam perbincangan filsafat, sastra, dan tafsir sosial, kata nabi juga sering digunakan secara kiasan atau simbolik," ujarnya

Dia pun merasa pernyataannya tersebut tidak salah dan tidak harus disalahkan

"Tidak perlu banyak orang untuk mengawali pemikiran. Banyak ide besar dalam sejarah justru berangkat dari satu orang yang melihat sesuatu yang orang lain belum lihat,”

“Dulu orang menganggap Nelson Mandela pengacau, sebelum akhirnya disebut pembawa cahaya rekonsiliasi,” katanya.

Ia juga menyinggung sosok Mahatma Gandhi.

“Mahatma Gandhi dulu dianggap aneh dengan strategi ahimsa, sebelum dunia menyebutnya nabi tanpa senjata. Sifat kenabian tidak harus selalu disematkan oleh massa,”

“Kadang, satu orang yang mampu menjaga integritas, sabar dalam difitnah, tidak membalas kebencian dengan kebencian, dan tetap memimpin dengan ketenangan, jauh lebih mencerminkan karakter kenabian daripada mereka yang sibuk mengaku-ngaku “paling religius.”

“Jadi, kalaupun hanya satu orang yang mengatakan Jokowi punya sifat kenabian, itu sah sebagai penilaian pribadi yang berbasis pada nilai-nilai etis, bukan klaim wahyu literal," ujarnya.

Alasan Jokowi Tak Mempan Diserang Isu Apapun

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved