Berita Aceh Besar

Manfaatkan Panorama Wisata Bahari, Desa Meunasah Balee Lampuuk Ikuti Lomba Desa Wisata Nusantara

Secara kolektif, mulai dari tataran gampong, kecamatan hingga instansi di jajaran Pemkab Aceh Besar sangat mendukung untuk mengejar gelar LDWN 2025.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Potensi Alam Wisata Bahari Gampong Meunasah Balee, Lampuuk, Kecamatan Lhoknga Aceh Besar, Kamis (12/6/2025). 

Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO -  Sempat meriah posisi 7 pada ajang Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) tahun 2024, Gampong Meunasah Balee, Kemukiman Lampuuk, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar kembali mengikuti LDWN Tahun 2025.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar Carbaini S.Ag mengatakan peringkat 7 nasional tahun lalu menjadi modal untuk kembali mengejar prestasi nasional dibidang desa pariwisata pada Kementerian Desa RI. 

"Peringkat 7 nasional tahun lalu, menjadi modal bagi kita untuk kembali mengejar prestasi pada LDWN tahun 2025 ini, saat ini sedang mendaftar," katanya, Jumat (13/6/2025).

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Usaha dan Ekonomi Masyarakat di DPMG Aceh Besar, Ikhsan SE, mengatakan antusias stakeholders gampong cukup tinggi untuk mendukung gampong dalam mengikuti kembali LDWN tersebut. 

Baca juga: Gubernur Aceh Muzakir Manaf Tolak 4 Pulau di Aceh Singkil Masuk Wilayah Sumatra Utara

Secara kolektif, mulai dari tataran gampong, kecamatan hingga instansi di jajaran Pemkab Aceh Besar sangat mendukung untuk mengejar gelar LDWN 2025 itu. 

Potensi yang dimiliki Meunasah Balee yaitu keberhasilan gampong dalam memanfaatkan bentang alam wisata bahari dan wisata edukasi untuk mensejahterakan masyarakat setempat, baik melalui restoran, homestay cocofiber, bank sampah dan lain sebagainya yang bermanfaat bagi warganya. 

"Besok akan dimulai penilaian LDWN, Gampong Meunasah Balee dihadapkan pada beberapa tantangan penilaian diantaranya terkait pemanfaatan tenaga kerja lokal di restoran dan pengelolaan Homestay, Peningkatan Pendapatan Asli Gampong, pengolahan air limbah menjadi dapat dimanfaatkan kembali, pengelolaan bank sampah serta potensi pendukung lainnya sebagai Desa Wisata Nusantara," imbuhnya. 

Keuchik Meunasah Balee, Saifullah Affan, mengungkapkan bahwa saat ini baru ada tiga homestay dengan kapasitas terbatas, namun juga didukung dengan homestay warga sebagai tambahan jika tidak pengunjung membludak.

"Kita belajar tahun lalu, sehingga pada LDWN tahun ini, kita coba tambahkan beberapa kekurangan sebagai nilai tambah. Mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak, terutama pendampingan dari DPMG Aceh Besar dapat meraih nilai yang lebih maksimal pada lomba tahun ini," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved