Konflik Iran vs Israel

Perang Iran vs Israel Sudah Tewaskan 248 Orang, Termasuk Jenderal Iran hingga Ilmuwan Nuklir

Hingga Senin (16/6/2025), siang, waktu setempat, tercatat sedikitnya 248 orang tewas dalam serangkaian serangan udara dan rudal yang melibatkan kedua

Editor: Faisal Zamzami
Tangkap layar YouTube WION
KOBARAN API DI HAIFA - Iran melancarkan serangan terhadap Kota Haifa, Israel, pada Minggu (15/6/2025) malam. Serangan itu memicu kobaran api hingga gangguan listrik. Dilaporkan empat warga Haifa, yang termasuk dalam satu keluarga, tewas akibat serangan tersebut. 

SERAMBINEWS.COM - Konflik bersenjata antara Iran dan Israel terus meningkat, menelan ratusan korban jiwa dalam waktu singkat.

Hingga Senin (16/6/2025), siang, waktu setempat, tercatat sedikitnya 248 orang tewas dalam serangkaian serangan udara dan rudal yang melibatkan kedua pihak.

Dari jumlah tersebut, 224 korban berasal dari Iran dan 24 dari Israel, dengan total lebih dari 1.700 orang terluka di kedua belah pihak.

Pada Selasa (17/6/2025), militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka berhasil menewaskan Mayor Jenderal Ali Shadmani, tokoh militer tertinggi Iran yang baru saja diangkat sebagai Panglima Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, dikutip dari Al-Arabiya.

Serangan itu menyasar pusat komando di jantung Teheran.

Ali Shadmani dikenal sebagai orang kepercayaan Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, dan sempat menjabat sebagai Kepala Staf masa perang, dikutip dari English khamenei.

Penunjukan Shadmani dilakukan hanya empat hari sebelum ia tewas, menyusul kematian pendahulunya, Letnan Jenderal Gholamali Rashid.

Israel, yang telah lama menganggap Iran sebagai ancaman eksistensial, melancarkan serangan besar-besaran sejak Jumat (13/6/2025).

Dengan menggunakan pesawat tempur dan drone yang diklaim telah diselundupkan sebelumnya, militer Israel menargetkan hampir 100 lokasi strategis pada malam pertama, dikutip dari AP News.

Sasaran utama meliputi fasilitas nuklir di Natanz, pusat riset nuklir di Isfahan, instalasi radar, serta peluncur rudal permukaan-ke-udara di wilayah barat Iran.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan ini dilakukan untuk mencegah Iran membangun senjata nuklir.

Sebaliknya, Iran bersikeras bahwa program nuklirnya bersifat damai. 

 Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan intelijen AS sebelumnya juga menyatakan tidak menemukan indikasi bahwa Iran tengah mengembangkan senjata nuklir secara aktif.

Namun, IAEA belakangan mengkritik Iran karena tidak transparan terhadap permintaan inspektur, terutama terkait persediaan uranium yang diperkaya.

Baca juga: Jet Tempur Iran Bombadir Tel Aviv, Hantam Pusat Intelijen Militer Israel hingga Markas Mossad

Korban Jatuh: Pejabat Tinggi Militer dan Ilmuwan Nuklir Iran Gugur

Pada malam pertama serangan, duta besar Iran untuk PBB mengungkap bahwa 78 orang tewas, termasuk tiga tokoh militer utama:

-Jenderal Mohammad Bagheri – Pengawas Angkatan Bersenjata Iran

-Jenderal Hossein Salami – Komandan Garda Revolusi Islam (IRGC)

-Jenderal Amir Ali Hajizadeh – Kepala Program Rudal Balistik IRGC

-Dua ilmuwan nuklir senior Iran juga dilaporkan turut menjadi korban

Serangan Balasan Iran

Menanggapi serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan balasan dengan drone dan rudal balistik yang menargetkan wilayah permukiman di Israel.

Ledakan terdengar di Yerusalem dan Tel Aviv, memaksa warga mencari perlindungan darurat.

Militer Israel mengakui bahwa hampir dua lusin rudal berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menyebabkan korban sipil.

Sebagai pembalasan lebih lanjut, Israel memperluas serangan udara ke kilang minyak dan gedung-gedung pemerintahan Iran, meningkatkan intensitas dan cakupan konflik.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pihaknya bersedia menghentikan serangan jika Israel melakukan hal yang sama.

Namun hingga kini, tanda-tanda de-eskalasi belum tampak. 

Gelombang rudal baru kembali ditembakkan Iran pada Senin pagi, menewaskan lima orang di Israel.

Garda Revolusi Iran telah bersumpah bahwa serangan berikutnya akan lebih besar, lebih tepat, dan lebih menghancurkan.

Baca juga: Kondisi 4 Kilang Minyak dan Ladang Gas Iran yang Terkena Serangan Israel, Kebakaran Hebat di Shahran

Tiga Tujuan dari Benjamin Netanyahu Memutuskan Israel Menyerang Iran

Apa tujuan Benjamin Netanyahu menyerang Iran?

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel “mengubah wajah Timur Tengah” dengan kampanye militernya terhadap Iran, yang dapat menyebabkan “perubahan radikal” di Iran.

Israel sedang “mengejar tiga tujuan utama: penghapusan program nuklir, penghapusan kemampuan produksi rudal balistik, dan penghapusan poros perlawanan”, katanya, mengacu pada kelompok militan yang didukung Iran di Timur Tengah.

“Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini, dan kami berkoordinasi dengan baik dengan Amerika Serikat,” katanya.

Dia juga tidak menutup kemungkinan membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Netanyahu mengatakan serangan Israel bertujuan untuk menggagalkan ancaman “eksistensial” yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal Iran.

Baca juga: VIDEO Iran Mendesak Warga Israel untuk Segera Tinggalkan Wilayahnya, apakah yang akan terjadi?

Baca juga: VIDEO Rudal Iran Lolos Lagi, 20 Salvo Rudal Jebol Iron Dome Israel Hantam Tel Aviv

Baca juga: Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara Ke-79, Polres Aceh Jaya Kumpulkan Darah 77 Kantong

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved