Konflik Iran vs Israel
Israel Mulai Kehabisan Penangkis Rudal dalam Perang Lawan Iran, AS Kewalahan Bantu Zionis
Setelah mengirim banyak proyektil ke Israel, kini ada kekhawatiran bahwa AS juga akan kehabisan.
SERAMBINEWS.COM, TEL AVIV - Israel dilaporkan mulai kehabisan sistem pertahanan penangkis serangan rudal Arrow dalam perangnya melawan Iran yang menginjak hari ketujuh, Kamis (19/6/2025).
Menurut laporan The Wall Street Journal, Amerika Serikat (AS) telah mengetahui mengenai menipisnya penangkis serangan rudal di Israel.
AS kini berupaya untuk memperkuat pertahanan udara Israel sesuai dengan itu.
Namun, persediaan yang dimiliki AS juga terbatas, sebagaimana The Times of Israel.
Setelah mengirim banyak proyektil ke Israel, kini ada kekhawatiran bahwa AS juga akan kehabisan.
The Washington Post melaporkan pada Selasa (17/6/2025) bahwa menurut sejumlah asesmen, Israel dapat mempertahankan pertahanan udaranya selama 10-12 hari dengan tingkat serangan Iran saat ini.
Hal itu dengan catatan Israel belum perlu meminta AS untuk mengisi ulang persediaan atau lebih terlibat dalam perang.
Laporan tersebut dirilis The Washington Post mengutip beberapa sumber yang mengetahui asesmen tersebut.
Seorang sumber menuturkan, pada akhir pekan ini, Israel harus memilih senjata apa yang ingin mereka cegat.
"Sistemnya sudah kewalahan," kata sumber tersebut.
Baca juga: VIDEO Rudal Hipersonik Fattah-1 Hancurkan Pertahanan Udara Israel, Tel Aviv Bak Kota Mati Diamuk
Saat ini, Israel sudah memilih untuk membiarkan beberapa rudal jatuh, ketika tahu rudal tersebut akan mendarat di area terbuka.
Namun, ketika dihadapkan pada serangan massal, Israel tidak mampu menembak jatuh semua rudal yang menuju pusat penduduk atau infrastruktur kritis.
Tidak ada komentar langsung dari Israel terkait laporan tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa mereka siap menghadapi skenario apa pun, tetapi tidak dapat berkomentar tentang masalah amunisi.
Di sisi lain, intensitas serangan Iran saat ini telah berkurang dibandingkan awal-awal perang yang dimulai Israel pada Jumat (13/6/2025) pekan lalu.
Sejak Israel memulai serangan ke Iran, Teheran sudah meluncurkan lebih dari 370 rudal dan ratusan drone ke Israel.
Sebagian besar rudal Iran yang ditembakkan ke Israel dalam beberapa hari terakhir diklaim telah ditembak jatuh.
Tingkat keberhasilan rudal Iran mencapai target serupa dengan serangannya sebelumnya pada April dan Oktober 2024.
Baca juga: Iran Tembak Jatuh Drone Hermes 900 Milik Israel, Pesawat Pengintai Paling Canggih Zionis
Bukan satu-satunya
Sementara itu, sistem pertahanan penangkis serangan rudal Arrow bukanlah satu-satunya pertahanan yang digunakan melawan rudal Iran.
AS memiliki sistem pertahanan rudal Patriot berbasis darat dan sistem Terminal High Altitude Air Defense (THAAD) di Timur Tengah yang mampu mencegat rudal balistik.
Kapal perusak Angkatan Laut AS juga dilaporkan telah menembak jatuh proyektil dari Iran.
Selain AS, sekutu Israel di kawasan tersebut tidak mampu menembak jatuh rudal balistik.
Rudal jenis itu memiliki waktu terbang singkat sekitar 10 menit dan sulit dicegat, sehingga memerlukan sistem pertahanan udara canggih.
Rudal Iran Hantam RS Israel, Netanyahu Marah-marah
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu marah-marah setelah rudal Iran menghantam rumah sakit (RS) Soroka Medical Center di Israel pada Kamis (19/6/2025).
Sebuah rudal Iran menghantam RS utama di Israel selatan tersebut pada Kamis dini hari, sebagaimana dilansir ABC News.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah di rumah sakit, tetapi tidak ada korban luka serius.
"Kami akan menuntut harga penuh dari para tiran di Teheran," kata Netanyahu.
Rudal lainnya menghantam gedung bertingkat tinggi dan beberapa bangunan tempat tinggal lainnya di dekat Tel Aviv.
Dua dokter mengatakan kepada AP bahwa rudal tersebut menghantam seketika setelah sirene serangan udara berbunyi, menyebabkan ledakan keras yang dapat didengar dari ruang aman.
Mereka berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk memberi tahu media.
Pihak RS mengatakan, dampak utama terjadi pada gedung bedah lama yang telah dievakuasi dalam beberapa hari terakhir.
Setelah serangan itu, fasilitas medis ditutup untuk semua pasien kecuali untuk kasus yang mengancam jiwa.
RS Soroka Medical Center memiliki lebih dari 1.000 tempat tidur dan menyediakan layanan untuk sekitar 1 juta penduduk di selatan Israel.
Jawaban Iran
Sementara itu, Iran mengatakan bahwa target utama serangan rudal yang menghantam RS Soroka Medical Center adalah pangkalan militer dan intelijen Israel, bukan fasilitas kesehatan.
"Target utama serangan itu adalah Pangkalan Komando dan Intelijen Angkatan Darat Israel (IDF C4I) dan Kamp Intelijen Angkatan Darat di Taman Teknologi Gav-Yam, yang terletak di sekitar Rumah Sakit Soroka," lapor kantor berita negara IRNA.
Dikatakan bahwa rumah sakit itu hanya terkena gelombang ledakan, dan bahwa targetnya adalah fasilitas militer.
Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC juga mengeluarkan pernyataan tentang serangan itu, sebagaimana dilansir AFP.
"Dalam operasi ini, pusat komando dan intelijen rezim di dekat sebuah rumah sakit menjadi sasaran rudal yang sangat akurat dan berpemandu," kata IRGC.
Baca juga: Pemerintah Aceh Luncurkan Aplikasi SPMB, Gubernur Tegaskan Pentingnya Transparansi dan Keadilan
Baca juga: Sosok Kombes Richard, Aniaya dan Lempari Telur ke Kepala Karyawan Warkop, Ngaku Sudah Minta Maaf
Baca juga: Aceh Barat Perlu Bentuk Dewan Pengawas Syariah untuk Cegah Praktik Keuangan Ribawi
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Siap Lancarkan Serangan Baru Terhadap Iran |
![]() |
---|
Iran Siapkan Skenario Militer Hadapi Israel, Ragukan Gencatan Senjata |
![]() |
---|
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Terluka akibat Serangan Israel |
![]() |
---|
Ali Khamenei Muncul Kembali ke Publik di Hari Asyura, Disambut Gembira Warga Iran |
![]() |
---|
Menlu Iran Ancam Israel jika Kembali Menyerang, Siap Balas Agresi Zionis dan Sekutunya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.