Selasa, 5 Mei 2026

Video

VIDEO - Malu, Israel Paksa Media Tutupi Kekalahan Perang Lawan Iran

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir berjanji untuk menindak tegas media asing dan semua yang merekam 'kegembiraan' atas serangan Iran.

Tayang:
Editor: Khusna Maulidia

SERAMBINEWS.COM - Polisi Israel mengatakan petugas telah berupaya membersihkan jurnalis media internasional yang telah menyiarkan langsung dampak rudal di wilayah Haifa.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir berjanji untuk menindak tegas media asing dan semua yang merekam 'kegembiraan' atas serangan Iran.

Tindakan Israel ini dilakukan untuk menutupi kekalahan dalam perang melawan Iran.

Seperti diketahui bahwa rudal-rudal Iran mampu menembus Iron Dome hingga banyak kota hancur dan korban berjatuhan.

Ben Gvir berdalih bahwa media asing membahayakan nyawa dengan menyiarkan lokasi dampak rudal.

Baca juga: VIDEO - Hacker Tingkat Dewa Diduga Lumpuhkan Sistem Pertahanan Udara Terkuat Dunia, Iron Dome!

Sehingga memungkinkan mereka yang meluncurkan proyektil untuk melakukan tembakan dengan lebih baik.

Ben Gvir langsung menghubungi Shin Bet terkait masalah tersebut dan memutuskan agar polisi juga ikut menindak tegas aktivitas itu.

Sebelumnya, polisi dan pejabat Kementerian Komunikasi Israel juga telah turun ke lapangan untuk melacak sumber yang diduga siaran media Al Jazeera di wilayah Haifa.

Para fotografer dan reporter di tempat kejadian pun diperiksa.

Baca juga: VIDEO - Rudal Bavar 373 Milik Iran Diduga Jatuhkan Tiga Jet Siluman Israel

Ternyata mereka bukanlah reporter Al Jazeera atau Al Mayadeen, sehingga tetap diizinkan merekam selama tidak melanggar peraturan sensor.

Pasalnya dua media itu berafiliasi dengan Hizbullah dan dilarang oleh Knesset memberitakan apa pun soal perang Israel-Hamas dengan alasan keamanan nasional.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved