Jumat, 15 Mei 2026

Kesehatan

Mau Melahirkan? Ini Ciri-ciri Kontraksi Asli & Palsu, dr Boyke: Suami Harus Siaga Antar ke RS

"Kontraksi palsu itu biasanya jaraknya lama, makin lama makin lemah, lalu hilang," ujar dr Boyke.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nur Nihayati
Pixabay
Seksolog dr Boyke mengungkap ciri-ciri kontraksi asli dan palsu untuk ibu yang tengah hamil, Jumat (20/6/2025). 

SERAMBINEWS.COM - Menjelang waktu persalinan, banyak ibu hamil yang masih bingung membedakan antara kontraksi asli dan kontraksi palsu.

Dalam pernyataan terbarunya, dokter kandungan sekaligus pakar kesehatan reproduksi, dr Boyke Dian Nugraha, menekankan pentingnya mengetahui perbedaan kedua jenis kontraksi ini, Tidak hanya oleh ibu hamil, tapi juga oleh para suami.

"Kontraksi palsu itu biasanya jaraknya lama, makin lama makin lemah, lalu hilang," ujar dr Boyke dikutip Serambinews.com, Jumat (20/6/2025) dari akun TikTok dr Boyke.

Ia menjelaskan bahwa kontraksi palsu biasanya tidak beraturan dan bisa hilang jika ibu hamil beristirahat atau mengubah posisi.

Berbeda dengan kontraksi asli yang menjadi tanda bahwa proses persalinan sudah semakin dekat.

Menurut dr Boyke, "Kalau kontraksi yang asli, intensitasnya makin kuat dan jaraknya makin cepat."

Baca juga: Masuk Usia 45 Tahun? Ini Tanda Tanda Menopause dan Cara Ampuh Mengatasinya Menurut Seksolog dr Boyke

Selain itu, kontraksi asli seringkali disertai dengan pecahnya ketuban, yang menjadi sinyal penting bahwa ibu harus segera dibawa ke rumah sakit.

Suami Wajib Siaga 24 Jam

dr Boyke juga mengingatkan pentingnya peran suami dalam menghadapi momen krusial ini.

"Itulah tugasnya suami, jaga. Suami menjaga agar supaya bisa diantar oleh suaminya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan proses persalinan," katanya.

Dalam masa menjelang persalinan, dukungan dan kesiapsiagaan suami sangat diperlukan. Mulai dari memantau tanda-tanda kontraksi, menyiapkan transportasi, hingga mendampingi istri ke fasilitas kesehatan.

Tips Mengenali Kontraksi Asli:

  • Jarak antar kontraksi semakin pendek.
  • Rasa nyeri makin kuat dan teratur.
  • Tidak hilang meski beristirahat.
  • Bisa disertai pecahnya ketuban atau keluarnya lendir bercampur darah.

Baca juga: Terungkap! Kasus Inses di Sumatera Gara-Gara Istri Menopause, Seksolog dr Boyke Angkat Suara

Sementara kontraksi palsu biasanya:

  • Tidak teratur.
  • Intensitasnya tidak bertambah.
  • Bisa hilang dengan istirahat.
  • Tidak disertai tanda-tanda lain seperti pecah ketuban.

Dengan memahami perbedaan ini, ibu hamil dan suami bisa lebih siap menghadapi persalinan dengan tenang dan terencana.

Ciri Menopause dan Cara Mengatasinya

Banyak perempuan mulai mengalami gejala menopause lebih awal, bahkan saat memasuki usia 45 tahun.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved