Breaking News

Militer

Fakta Kapal Induk USS Nimitz yang Lintasi Laut Aceh, Berlayar Tanpa Isi Bahan Bakar Selama 20 Tahun

USS nimitz dimotori oleh dua reaktor nuklir dan dapat berlayar dengan kecepatan maksimal mencapai 30 knot. 

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Ansari Hasyim
Capture Video Instagram
KAPAL INDUK - Tangkapan layar video penampakan Kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat USS Nimitz saat melintas di Laut Aceh (Selat Malaka). Kapal induk tersebut diduga tengah menuju Teluk Persia. 

Namun setelahnya, kapal induk itu berhenti mengirimkan data lokasinya. 

Meskipun titik tujuan akhir kapal tidak tercantum dalam sistem pelacakan publik, pergerakan USS Nimitz mengarah ke Teluk Persia.

Diketahui, lokasi itu merupakan titik panas konflik Iran-Israel. 

Baca juga: Kehebatan Teknologi USS Nimitz, Kapal Induk Raksasa AS yang Lintasi Indonesia Tanpa Terdeteksi

2. Dipindahkan ke Timur Tengah

Menurut seorang pejabat pertahanan AS, terdapat instruksi agar kapal induk itu berpindah ke wilayah Komando Pusat (CENTCOM), yang mencakup wilayah Timur Tengah. 

Perintah itu datang dari Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. 

Adapun tujuan pemindahan yakni untuk memperkuat pertahanan AS. 

"Pemindahan ini bertujuan untuk memperkuat postur pertahanan AS dan melindungi personel militer Amerika yang berada di kawasan tersebut," kata pejabat dari Pentagon tersebut kepada kantor berita RIA Novosti.

Laporan lain menyebutkan, kapal-kapal dan aset Angkatan Laut AS juga terus beroperasi di Mediternia Timur untuk mendukung misi keamanan nasional. 

3. Tanggapan TNI AL soal USS Nimitz matikan sensor 

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady menyampaikan, USS Nimitz terakhir kali terpantau di sekitar Utara Belawan.

Pada saat itu, kapal induk milik AS tersebut masih mengakfitkan pelacak otomatis. 

"Uss Nimitz terpantau terakhir mengaktifkan AIS pd posisi TSS tepatnya Utara Belawan 3 hari yg lalu tgl 17 Juni 2025," ungkap Made Wira, dikutip dari Kompas TV, Jumat (20/6/2025). 

Kapal induk milik Amerika Serikat (AS), USS Nimitz (CVN-68), dilaporkan mematikan sinyal atau sistem pelacak otomatis (transponder) saat berlayar di wilayah perairan antara Indonesia dan Malaysia menuju Timu Tengah (Timteng). (US NAVY/NAVY MEDIA CONTENT SERVICE (NMCS)
Kapal induk milik Amerika Serikat (AS), USS Nimitz (CVN-68), dilaporkan mematikan sinyal atau sistem pelacak otomatis (transponder) saat berlayar di wilayah perairan antara Indonesia dan Malaysia menuju Timu Tengah (Timteng). (US NAVY/NAVY MEDIA CONTENT SERVICE (NMCS) (US NAVY/NAVY MEDIA CONTENT SERVICE)

Berdasarkan penuturan Made Wira, perairan Selat Malaka adalah strait used for international navigation.

Artinya, Selat Malaka memiliki status sebagai perairan yang digunakan untuk pelayaran internasional.

Sehingga melintasnya USS Nimitz berlaku hak lintas damai. 

Namun, pihak TNI AL terus memantau pergerakan kapal yang melintasi Selat Malaka

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved