Kamis, 9 April 2026

Muncul 6 Lubang di Situs Nuklir Fordo Iran Usai Diserang AS

Meski demikian, peneliti dari asosiasi CNA Corporation Decker Eveleth menuturkan, tingkat kerusakan Fordo masih belum bisa dipastikan.

Editor: Faisal Zamzami
MAXAR TECHNOLOGIES
AS SERANG IRAN - Citra satelit yang disediakan Maxar Technologies menunjukkan ada enam lubang di situs nuklir Fordo, Iran, usai diserang Amerika Serikat (AS) pada Minggu (22/6/2025). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Citra satelit menunjukkan, serangan Amerika Serikat (AS) di Iran pada Minggu (22/6/2025) menimbulkan dampak yang signifikan di situs nuklir Fordo.

Dilansir dari Reuters, fasilitas pengayaan uranium bawah tanah tersebut tampak rusak parah. Citra satelit menunjukkan, ada enam lubang di sekitar fasilitas Fordo.

Bom penghancur bunker dari AS tampaknya telah menembus fasilitas tersebut.

Mantan inspektur nuklir PBB yang mengepalai Institut Sains dan Keamanan Internasional, David Albright, menduga, fasilitas tersebut telah hancur.

 "Mereka (AS) baru saja melubangi dengan MOP (bom Massive Ordnance Penetrator) ini," kata Albright.

Meski demikian, peneliti dari asosiasi CNA Corporation Decker Eveleth menuturkan, tingkat kerusakan Fordo masih belum bisa dipastikan.

Fasilitas yang jauh di dalam tanah membuat Eveleth sulit menilai dampak kerusakan, karena pihaknya mengkhususkan diri dalam citra satelit.

Bom 13 ton Reuters berbicara kepada sejumlah pakar yang meninjau citra satelit Maxar Technologies di Fordo yang memperlihatkan enam lubang di sana.

Lubang-lubang tersebut berjarak rapi yang terbagi menjadi dua lokasi di punggung gunung yang di bawahnya terdapat aula yang berisi centrifuge, alat yang digunakan untuk memperkaya uranium.

Baca juga: Setelah AS Mengebom Situs Nuklir Iran, Israel Ngotot Masih akan Terus Serang Teheran

Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute of International Studies di Monterey mengaku tidak bisa tidak menilai dengan keyakinan penuh untuk saat ini.

 "Hampir pasti ada fasilitas yang tidak kita ketahui," papar Lewis.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menuturkan, ada tujuh bomber B-2 menjatuhkan 14 rudal 14 GBU-57/B MOP.

Masing-masing rudal memiliki berat 13,6 ton yang dirancang untuk melesat hingga 61 meter ke bunker atau fasilitas bawah tanah yang diperkeras seperti Fordo, menurut laporan kongres tahun 2012.

Caine mengatakan, penilaian awal menunjukkan bahwa lokasi tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah.

Akan tetapi, dia menolak untuk berspekulasi tentang apakah ada fasilitas nuklir yang masih utuh. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved