Senin, 4 Mei 2026

Video

VIDEO - Panik Setelah Pangkalan Militernya Dibom, Trump Minta Damai ke Iran

Iran disebut akan terus melakukan perlawanan militer hingga tercapai perdamaian abadi, bukan sekadar kesepakatan palsu di atas kertas.

Tayang:
Editor: Khusna Maulidia

SERAMBINEWS.COM - Militer Iran melakukan balasan terhadap Donald Trump, setelah 3 fasilitas nuklir Teheran digempur AS.

Iran meluncurkan dua serangan sekaligus terhadap pangkalan militer AS di Qatar dan Irak.

Iran menembakkan 19 rudal ke arah pangkalan udara Al Udeid milik AS di Qatar pada Senin (23/6) malam waktu setempat.

Pangkalan utama AS di Qatar tersebut menampung 10.000 personel militer AS.

Pangkalan ini mencakup markas depan Komando Pusat AS serta pasukan operasi khusus dan udaranya.

Juru bicara militer Qatar,  Mayor Jenderal Shayeq Al Hajri menjelaskan bahwa 7 rudal pertama ditembakkan dari Iran dan semuanya berhasil dicegat pertahanan udara Qatar di atas perairan antara kedua negara.

Baca juga: VIDEO - Zionis Remehkan Iran, TAPI TAK MAMPU Hancurkan Benteng Nuklir Iran yang Kokoh: Fordow!

Setelah itu Iran kembali meluncurkan 12 rudal tambahan.

Dari jumlah tersebut, 11 berhasil dilumpuhkan di wilayah udara Qatar, sementara satu rudal berhasil lolos dan menghantam fasilitas di dalam pangkalan Al Udeid.

Belum diketahui secara pasti seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan dari rudal yang berhasil lolos tersebut.

Kendati demikian, Al Hajri memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.

Kemudian, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara sepihak mengeklaim Iran dan Israel sepakat gencatan senjata total setelah terlibat peperangan sejak 13 Juni lalu.

Baca juga: VIDEO - Malu, Israel Paksa Media Tutupi Kekalahan Perang Lawan Iran

Pengumuman ini disampaikan Donald Trump, pada Senin (23/6/2025) waktu setempat.

Adanya sikap ini dibuat setelah Iran melakukan serangan rudal ke Pangkalan Udara AS Al Udeid di Qatar.

Trump mengatakan bahwa kedua negara akan diberi waktu untuk menyelesaikan misi-misi militer yang masih berjalan, sebelum gencatan senjata diterapkan secara bertahap.

Dalam unggahan itu Trump juga memberikan selamat kepada kedua negara karena memiliki keberanian dan kecerdasan untuk mengakhiri perang 12 hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved