Berita Aceh Besar

Dikenal sebagai Kawasan Perumahan, PLN Hijaukan Baet Lewat Aksi Tanam 10 Ribu Mangrove

Kawasan yang kerap dijadikan sebagai daerah perumahan ini, kini disulap sebagai tempat penghijauan untuk mencegah abrasi pantai semakin meluas.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ INDRA WIJAYA
Masyarakat bersama unsur forkopimda melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Kamis (26/6/2025). 

Kawasan yang kerap dijadikan sebagai daerah perumahan ini, kini disulap sebagai tempat penghijauan untuk mencegah abrasi pantai semakin meluas.

Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Tanaman mangrove kini menjadi wajah baru di kawasan pesisir Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Kawasan yang kerap dijadikan sebagai daerah perumahan ini, kini disulap sebagai tempat penghijauan untuk mencegah abrasi pantai semakin meluas.

Dilahan seluas dua hektare yang semula kosong, kini ditanami 10.000 mangrove berkat CSR PT PLN (Persero) UIP3B Sumatera UPTD Banda Aceh yang dibantu masyarakat setempat.

Para remaja hingga mahasiswa, ikut berjibaku melakukan proses penanaman.

Proses penanaman mangrove itu sendiri sudah dilakukan sejak awal Juni 2025.

Dimana 9.500 batang tanaman mangrove ditanam oleh masyarakat, relawan dan pihak PLN.

Hal itu juga dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup yang jatuh pada 5 Juni 2025 lalu.

“Jadi sisa 500 lagi yang dilakukan penanaman secara simbolis,” kata Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PT PLN UIP3B Sumatera, Yenti Elfina, kepada Serambinews.com, Kamis (26/7/2025) kemarin.

Baca juga: Hasil PertaMangrove, Pertamina Tanam Ribuan Manggrove di Lampulo

Dikatakannya, penanaman mangrove itu dilakukan merupakan tanggung jawab PLN dalam menjaga kelestarian lingkungan, disamping tugasnya sebagai penyedia listrik untuk masyarakat.

“Ini juga selaras juga dengan program pemerintah yang menuju net zero emisi, salah satunya agar bumi bisa lestari,”ujarnya.

Melalui penanaman tersebut, ia berharap kelompok peduli manggrove dan masyarakat setempat, dapat menjaga, agar tanaman itu dapat tumbuh subur.

Pasalnya, tanaman itu diharapkan tidak hanya dapat menjaga lingkungan, juga dapat menjadi kawasan pariwisata yang mendorong perekonomian masyarakat.

Diharapkan, program tersebut dapat berkelanjutan, untuk mendukung menjadi destinasi wisata, dan dapat menjadi pelopor pergerakan UMKM setempat. 

“Jadi tidak hanya lingkungan, tapi ekonomi masyarakat. PLN tidak hanya memberikan energi bersih, tapi mendukung dari sisi agar emisi karbon dapat dikurangi dari penanaman pohon ini,” pungkasnya.

Baca juga: VIDEO Peringati Bulan Resiko Bencana, Pemerintah Aceh Tanam 6000 Pohon Manggrove

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Aceh, Abdul Hanan SP MSi, juga menyampaikan apresiasinya terhadap program yang digagas PLN ini.

Menurutnya, mangrove tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi pantai, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Mangrove ini bisa dikembangkan untuk budidaya kepiting, bahkan sebagai destinasi ekowisata. Kami harap masyarakat dan kelompok pecinta mangrove dapat bersama-sama menjaga dan merawat tanaman ini," harap Abdul Hanan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai program yang bertujuan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Aceh.

“Selain untuk mengantisipasi abrasi pantai, kegiatan tersebut juga bertujuan menjaga kestabilan ekosistem lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam,” tutupnya.(*)

Baca juga: Korea Jajaki Peluang Kerja Sama di Aceh Timur Terkait Pengelolaan Ekosistem Manggrove

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved