Luar Negeri

Pendeta Bill Schonemann Dibunuh Ekstrimis Zionis dengan Cara Disalib, Pelaku Anggap Misi Spiritual

Dia mengatakan sudah mengincar Bill untuk dibunuh dengan terlebih dahulu membuntuti korban.

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Tribunnews.com/Tangkapan layar dari Foxnews dan The Independent
PENDETA DISALIB - Seorang ekstrimis Zionis, Adam Christopher Sheafe (kanan), membunuh seorang pendeta di Arizona, Amerika Serikat (AS) bernama Bill Schonemann (76) dengan cara disalib. Sheafe mengaku pembunuhan itu sebagai misi spritiualnya. Bahkan, dia turut menargetkan 14 pemimpin agama lain untuk dibunuh seperti Bill. Sementara, kasus pembunuhan terhadap Bill ini terjadi pada 28 April 2025 lalu. 

SERAMBINEWS.COM - Pendeta di Arizona, Amerika Serikat (AS), Bill Schonemann (76) dibunuh oleh seorang ekstrimis Zionis bernama Adam Christopher Sheafe (51).

Dikutip dari Foxnews, Sheafe mengakui perbuatannya kejinya tersebut. Bahkan, dia juga mengungkapkan telah merencanakan membunuh Bill dengan cara disalib.

Dia mengatakan sudah mengincar Bill untuk dibunuh dengan terlebih dahulu membuntuti korban.

"Saya melihat bahwa dia menggelar pendalaman Alkitab pada hari Rabu malam, jadi saya duduk di sana dan menunggu mereka tiba."

"Sehingga saya bisa menemukan mana yang menjadi pendeta, dan kemudian saya mengikutinya. Dan kemudian saya kembali pada hari Minggu untuk mengeksekusi dan menyalibkannya ke tembok," jelasnya.

Menurutnya, cara yang digunakan tersebut adalah bagian dari misi spiritual yang dipercayanya bernama "Operasi Perintah Pertama".

Baca juga: Marah Ibunya Dilecehkan dan Dirinya Diancam Dibunuh, Pemuda Banyuwangi Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas

Dalam sebuah wawancara pada Kamis (26/6/2025), Sheafe menyebut ritual itu dalam rangka menghukum para pemimpin agama yang dia yakini telah menipu para pengikutnya.

Dia juga mempercayai bahwa gereja-gereja Kristen telah menyesatkan para jemaatnya dengan mendorong agar mengikuti Yesus Kristus. Sheafe menganggap Yesus Kristus adalah Tuhan palsu.

Bahkan, Sheafe mengaku belum puas dengan membunuh pendeta Bill. Dia mengaku sudah merencanakan untuk membunuh 14 pemimpin agama lainnya.

Hal itu dibuktikan dengan Sheafe langsung pergi ke daerah Sedona untuk berencana membunuh dua pemimpin agama lainnya.

Namun belum sampai di lokasi, Sheafe mengalami kecelakaan dan mobilnya yang merupakan mobil curian ditinggal olehnya dan ditemukan polisi.

Akhirnya, dia ditangkap setelah polisi menemukan barang bukti di dalam mobil tersebut dan berkaitan dengan tewasnya Bill.

Dia akhirnya ditangkap beberapa hari kemudian, dalam sebuah perburuan yang terkait dengan serangkaian perampokan. 

 
Seandainya tidak tertangkap, Sheafe mengatakan berencana untuk melanjutkan aksi pembunuhannya secara nasional.

“Dari sana, Las Vegas, Nevada; Portland, Oregon; Seattle, Washington; Billings, Montana; Detroit, Michigan; New York, New York; Charlotte, North Carolina; Mobile, Alabama; Beaumont, Texas, dan El Paso, Texas,” katanya, dikutip dari The Independent.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved