Konflik Israel Vs Palestina
2,1 Juta Warga Palestina Terancam Kelaparan, Israel Tembaki Brutal Para Pencari Bantuan
"Banyak orang di sini berusaha menjauh dari pusat-pusat GHF karena bahaya yang mengancam jika pergi ke sana akibat penembakan yang terus-menerus....
"Banyak orang di sini berusaha menjauh dari pusat-pusat GHF karena bahaya yang mengancam jika pergi ke sana akibat penembakan yang terus-menerus dan disengaja terhadap para pencari bantuan di sana," kata Hani Mahmoud dari Al Jazeera.
SERAMBINEWS.COM - Warga Palestina dihantui maut setiap hari, tidak hanya karena serangan militer Israel, tetapi juga bencana kelaparan yang mengintai daerah kantong tersebut.
Sudah ada sejumlah organisasi internasional yang memberi peringatan, bahwa 2,1 juta penduduk Gaza menghadapi kekurangan pangan yang parah selama berminggu-minggu.
Kondisi diperburuk dengan kosongnya pasar kebutuhan, kelangkaan air bersih, dan pengiriman bantuan yang sporadis dan berbahaya.
Selama delapan hari pertama operasional GHF yang dimulai pada 26 Mei 2025, tercatat dari 100 orang tewas akibat tembakan dari pasukan Israel.
Sementara, GHF adalah lembaga bantuan yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat.
Informasi singkat mengenai kekejaman Israel yang menembaki warga Palestina di berbagai titik pusat bantuan di Jalur Gaza.
Data Kementerian Kesehatan Gaza menyebut, sedikitnya 583 warga Palestina telah tewas dan 4.186 lainnya terluka saat menunggu atau mencari makanan di lokasi distribusi bantuan yang dioperasikan oleh Gaza Humanitarian Foundation atau Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF).
Data tersebut terhimpun sejak 27 Mei 2025.
Baca juga: Suara Ledakan tak Henti hingga Terasa Bak Gempa Bumi, Israel Bombardir Gaza Jelang Gencatan Senjata
Laporan Al Jazeera menyebut, GHF menjadi satu-satunya sumber makanan di Jalur Gaza karena Israel terus memberlakukan pembatasan ketat terhadap masuknya pasokan bantuan oleh kelompok atau lembaga lain.
"Banyak orang di sini berusaha menjauh dari pusat-pusat GHF karena bahaya yang mengancam jika pergi ke sana akibat penembakan yang terus-menerus dan disengaja terhadap para pencari bantuan di sana," kata Hani Mahmoud dari Al Jazeera.
"Namun sekali lagi, menjauh tidak bisa jadi jawaban, karena jika tidak ada bantuan makanan, itu berarti anak-anak akan tidur dalam keadaan lapar," lanjutnya.
Baca juga: Rudal Hamas Kembali Gempur Israel Tanpa Ampun, Kebakaran hingga Ratusan Kendaraan Militer Hancur
Titik lokasi distribusi bantuan
Sebelumnya, jaringan distribusi bantuan yang dipimpin Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) beroperasi di sekitar 400 titik di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Namun, GHF saat ini hanya mendirikan empat titik lokasi masif di Jalur Gaza untuk pembagian bantuan, tiga titik di selatan dan satu titik di tengah.
| Spanyol dan Jerman Tolak Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Ini Alasannya |
|
|---|
| Momen Prabowo Berpidato Berapi-Api hingga 8 Kali Hentakan Meja di Sidang Umum PBB |
|
|---|
| Rudal Supersonik Palestine-2 Mengguncang Israel, Houthi Serang Bandara Utama di Tel Aviv |
|
|---|
| Ketegangan Meningkat, Aksi Pemukim Israel Serang Masjid Al-Aqsa |
|
|---|
| Blokade Israel Invansi Gaza, Houthi Tenggelamkan Kapal Eternity C di Laut Merah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-warga-Gaza-antri-bantuan-makanan.jpg)