Fakta Baru Tragedi KMP Tunu, Banyak Penumpang Tak Tercatat dalam Manifes karena Beli Tiket dari Calo
Praktik ini membuat data identitas penumpang tidak lengkap, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan klaim asuransi.
Praktik ini membuat data identitas penumpang tidak lengkap, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan klaim asuransi.
SERAMBINEWS.COM - Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali menguak persoalan serius terkait keselamatan pelayaran.
Diketahui, banyak penumpang kapal tidak terdata dalam manifes resmi karena membeli tiket dari calo, bukan lewat jalur resmi seperti aplikasi Ferizy.
Praktik ini membuat data identitas penumpang tidak lengkap, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan klaim asuransi.
Selain itu, prosedur pemeriksaan kendaraan dan penumpang di pelabuhan juga dinilai longgar, memperparah kekacauan data manifes.
Hingga kini, masih ada korban yang belum ditemukan, termasuk WN Malaysia yang diduga ikut tenggelam namun tak tercatat sebagai penumpang.
Mantan penjaga loket di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Febri (25), mengungkapkan alasan mengapa banyak penumpang KMP yang tidak terdaftar dalam manifes.
Baca juga: Kisah Haru, Toni Selamat dari Tenggelamnya KMP Tunu, Peluk Jenazah Sang Ayah Selama 5 Jam
Ia mengungkapkan, penumpang lebih memilih membeli tiket kapal melalui calo atau di pinggir jalan karena lebih cepat.
Mereka enggan membeli tiket secara resmi, atau lewat aplikasi resmi Ferizy, karena merasa merepotkan.
Akibatnya, calo-calo itu hanya memasukkan nama singkat penumpang, alih-alih identitas lengkap.
Padahal, identitas lengkap penting untuk keperluan klaim asuransi dan pendataan resmi manifes.
"Sebagian besar orang tidak mau memesan sendiri. Mereka lebih suka beli tiket dari calo atau pinggir jalan karena merasa lebih cepat," ungkap Febri, Sabtu (5/7/2025), kepada Kompas.com.
Tak hanya persoalan calo tiket, proses verifikasi di jalur masuk pelabuhan juga tidak sesuai prosedur.
Baca juga: Daftar Nama Korban Meninggal Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Jenazah Diserahkan ke Keluarga
Menurut Febri, proses verifikasi tidak dilakukan terhadap semua kendaraan.
Parahnya, banyak pengguna jasa yang memberikan data palsu atau tidak lengkap kepada petugas.
"Misalnya mobil isinya enam orang, tapi dibilang cuma tiga. Jadi cuma tiga yang disuruh tunjukkan KTP," kata Febri.
10 Penumpang Tak Diketahui Alamatnya
Sebelumnya, dilaporkan sebanyak 10 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya tidak diketahui nama maupun alamat lengkapnya.
Dalam data, hanya tertulis nama singkat saja.
Baca juga: VIDEO - Detik-detik Sebelum KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Kru Siaga Hadapi Ganasnya Ombak
Mereka adalah Rahmat (50), Arif (33), Budi (33), Firdaus (24), Wafi (33), Usnan (25), Lukman (28), Selin (34), Heri (6), dan Ahmad (6).
Tak hanya itu, warga negara Malaysia bernama Fauzey bin Awang (45) juga diduga kuat tidak terdaftar di manifes penumpang KMP Tunu.
Fauzey yang baru saja menjenguk sang istri, Yatini, di Banyuwangi, dijadwalkan kembali ke Malaysia pada Kamis (3/7/2025) siang, dari Bandara Ngurah Rai Denpasar.
Namun, keberadaannya tak diketahui setelah ramai pemberitaan KMP Tunu tenggelam.
Meski namanya diduga kuat tak masuk manifes, kendaraan travel yang ditumpanginya tercatat dalam manifes kendaraan di KMP Tunu.
"Tadi malam dia naik travel ke Bali. Seharusnya siang ini dia sudah terbang ke Malaysia, jam 12," ujar Yatini sembari menahan tangis, Kamis (3/7/2025).
Baca juga: 30 Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam Belum Ditemukan, Basarnas Kerahkan Drone Cari Korban
Sebagai informasi, menurut manifes, KMP Tunu tercatat membawa 53 penumpang dan 22 kendaraan.
Sementara, awak kapal yang ikut berlayar sebanyak 12 orang. Total, KMP Tunu mengangkut 65 orang saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Dugaan Penyebab Tenggelam
Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) malam.
Kapal itu dilaporkan membawa 12 awak kapal, 53 penumpang, serta 22 kendaraan termasuk 14 truk tronton.
Penyebab tenggelamnya KMP Tunu belum diketahui, namun diduga kuat karena dua hal.
Baca juga: Kurang dari Satu Jam Berlayar, KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Begini Kronologinya
Pertama, KMP Tunu diduga terbalik, lalu tenggelam, karena terhantam gelombang tinggi di Selat Bali.
Sebab, menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang di Selat Bali saat kejadian antara 1,7 meter sampai 2,5 meter.
"Mungkin (penyebab tenggelam) dari ombak.
Karena informasi dari BMKG, ombak antara 1,7 meter sampai 2,5 meter," jelas Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjung Wangi, Ni Putu Cahyani, Kamis (3/7/2025), dilansir Surya.co.id.
Sementara itu, menurut informasi Pelabuhan Gilimanuk yang beredar luas melalui pesan WhatsApp, mengatakan KMP Tunu tenggelam karena diduga mengalami kebocoran mesin.
Dugaan itu sempat terdengar di channel 17 pada pukul 23.16 WIB, sekitar 20 menit setelah KMP Tunu berangkat pukul 22.56 WIB.
"Pada pukul 00.16 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya ketika berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal," bunyi informasi tersebut.
Akibat diduga kebocoran mesin itu, KMP Tunu mengalami black out yang menyebabkan kapal terbalik, lalu tenggelam.
KMP Tunu diketahui sempat melakukan panggilan darurat sebelum tenggelam.
Hal itu dibenarkan oleh Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setiabudi.
Namun nahas, sesaat setelah melakukan panggilan darurat, KMP Tunu tenggelam dan dilaporkan hanyut ke arah selatan.
"Pukul 23.20 WIB kami mendapat info perwira jaga KMP Tunu Pratama Jaya (melakukan) panggilan distress (panggilan darurat)," kata Wahyu, Kamis.
"Pukul 23.25 WIB kapal tenggelam, terlihat dari petugas jaga syahbandar," imbuhnya. (Tribunnews.com/Pravitri Retno W, Kompas.com/Ni Ketut Sudiani, Surya.co.id/Aflahul Abidin)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lebih Pilih Beli Tiket di Calo Jadi Alasan Mengapa Banyak Penumpang KMP Tunu Tak Tercatat di Manifes
Demo di DPR RI Ricuh, Eks Kepala BIN Ungkap Dalangnya: Ada yang Main |
![]() |
---|
Kurangi Plastik, MAN Inovasi Abdya Luncur Air Isi Ulang, Langkah Menuju Madrasah Adiwiyata Nasional |
![]() |
---|
Ini Jadwal dan Tarif Tiket Kapal Cepat Sabang - Banda Aceh & Sebaliknya Besok, 29 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Demo Buruh di DPR RI Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Puluhan Orang Diamankan |
![]() |
---|
Faperta UNIKI Bireuen Kerja Sama dengan FKA untuk Kembangkan Kakao di Aceh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.