Aceh Besar
Disnak Aceh Latih Gratis 60 Calon Kader Peternakan Selama Lima Bulan di Saree
Acara pembukaan ditandai dengan pengalungan 'badge' peserta secara simbolis kepada satu peserta putra dan satu peserta putri...
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Eddy Fitriadi
“Tugas kader setelah pelatihan ini adalah menjadi wirauusaha/entrepreneur di sektor peternakan, sekaligus menjadi contoh baik bagi masyarakat untuk menerapkan cara pengelolaan peternakan yang baik," terang Zalsufran.
Kader peternakan, kata Zalsufran, juga bisa berperan menumbuhkan kesadaran di kalangan peternak agar tidak sembarang melepaskan ternaknya sehingga leluasa berkeliaran di jalan. Cara beternak seperti ini sangat riskan karena dapat mengundang kecelakaan lalu lintas, seperti sering terjadi di lintas barat-selatan Aceh (Barsela).
“Dengan kehadiran kader peternakan di tengah masyarakat, kita harapkan gangguan ternak di jalanan semakin berkurang karena para peternak semakin teredkasi,” kata Zalsufran.
Bertambah Wawasan
Saat membuka acara, Dr Zulkifli MSi mengatakan, para peserta pelatihan ini sangat beruntung, mengingat dari hampir 1.000 orang yang mendaftar, hanya 60 orang yang lulus untuk ikut pelatihan.
“Maka, jangan sia-siakan pelatihan ini. Manfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk menambah wawasan dan menyerap ilmu dari para instruktur agar nantinya mampu membina para peternak kita menjadi lebih professional dan produktif,” kata Zulkifli.
Pelatihan selama lima bulan ini, lanjut Zulkifli, merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Aceh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk di sektor peternakan. Oleh karenanya, para peserta haruslah benar-benar menentut ilmu selama pelatihan ini dan praktikkan.
Sekembalinya ke kampung halaman masing-masing nantinya, kata Zulkifli, harus pula inovatif dan kreatif dalam pemanfaatan sumber daya desa. Perlu juga berkolaborasi dengan kepala desa agar dana desa dapat pula dialokasikan untuk peningkatan produktivitas di sektor peternakan.
“Bahkan, dana desa dapat digunakan untuk melatih kader-kader desa agar terampil mendampingi dan membimbing masyarakat di sektor peternakan supaya peternak kita lebih profesional. Jadi, dana desa jangan cuma dimanfaatkan untuk bimtek aparat desa. Alokasi juga untuk melatih kader-kader desa di bidang tertentu yang sifatnya produktif,” ujar Zulkifli.
Ia juga berharap agar kader peternakan yang sedang dilatih ini nantinya dapat berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa, mendorong ketahanan pangan, pengentasan kemskinan, dan berinovasi.
“Upayakan juga agar uang lebih banyak dan lebih lama beredar di sini. Jangan sampai yang masuk banyak, tapi uang yang keluar dari Aceh justru jauh lebih banyak,” tukasnya.
Sanggup Tidak Menikah
Para peresta pelatihan ini minimal berijazah SLTA atau sederajat, berumur antara 18 s.d. 25 tahun pada saat mendaftar; dan belum menikah, serta berjanji sanggup tidak menikah selama masa pendidikan yang lamanya lima bulan.
Selama pelatihan, peserta tidak dipungut biaya dan ditanggung pemondokan (asrama) maupun konsumsinya oleh Dinas Peternakan Aceh.
Peserta hanya libur pada hari Minggu dan pada hari itu dibolehkan untuk dikunjungi keluarganya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pelatihan-Kader-Peternakan-Aceh-2025-di-Aula-UPTD-IBI-Saree.jpg)