Rabu, 13 Mei 2026

Wawancara Eksklusif

Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif Aceh Jadi Prioritas Ekraf

PRESIDEN Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menaruh perhatian serius terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Tayang:
Editor: mufti
IST
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya 

PRESIDEN Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menaruh perhatian serius terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Keseriusan tersebut dibuktikan dengan masuknya ekonomi kreatif menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan fokus pada 15 provinsi, dan salah satunya Aceh.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, mengungkap awalnya Aceh tidak termasuk dalam daftar provinsi yang menjadi prioritas pengambangan ekonomi kreatif nasional. 

Namun, dengan pertimbangan kekayaan budaya di Aceh, pihaknya berupaya mengusulkan Tanah Rencong dan dua provinsi lainnya (Maluku dan Papua) untuk dijadikan prioritas karena dinilai memiliki potensi sektor kreatif.

Hal tersebut disampaikan Teuku Riefky dalam wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur, yang berlangsung Autograph Tower, di kompleks Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (2/7/2025).

Selengkapnya hasil wawancara bersama Teuku Riefky ini dapat disaksikan dalam bentuk video wawancara di kanal Youtube Serambinews.com. Berikut petikan beberapa wawancara yang telah disederhanakan reporter Serambi Indonesia: 

Bagaimana perasaan dan tanggapan Pak Riefky ketika ditunjuk untuk memimpin Kementerian Ekonomi Kreatif?

Tentu beberapa minggu sebelum diumumkan, sempat dipanggil oleh Pak Prabowo ke Kertanegara dan disampaikan beliau menanyakan kesiapan kami untuk membantu beliau dalam bidang ekonomi kreatif, terutama juga untuk mengembangkan potensi industri kreatif di Indonesia yang kini banyak diminati generasi muda. Kami jawab, tentu siap membantu dan siap melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

Apakah ada arahan khusus dari Presiden saat itu?

Ada empat hal utama yang menjadi target kementerian ini. Pertama, membuka lapangan pekerjaan berkualitas dari ekonomi kreatif. Kedua, meningkatkan investasi di sektor ekonomi kreatif. Ketiga, meningkatkan ekspor dari sektor ekonomi kreatif, dan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB nasional. Empat hal ini menjadi rapor kementerian kami. Jadi kementerian ini mengurus industri kreatif dan bisnis di bidang ekonomi kreatif.

Bidang apa saja yang dianggap ekonomi kreatif?

Filosofi kita adalah menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah “the new engine of growth”. Jadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Karena kita melihat potensi masyarakat Indonesia untuk ekonomi kreatif itu luar biasanya. Jadi negara yang berkembang ekonomi kreatifnya adalah negara yang punya budaya sangat kaya, seperti Inggris, Jepang budayanya sangat kaya, ingat zamannya Hello Kitty termasuk Pokemon, India Bollywood nya, Amerika dengan Hollywoodnya, kemudian Korea dengan K-popnya. Indonesia pun demikian kita yakini budayanya sangat kaya dan tersebar di seluruh pelosok.

Kelihatannya industri kreatif ini tidak lama lagi juga tidak hanya di nasional tapi akan mendunia. Kita mesti persiapkan bersama, karena ini semua tersebar, tidak melihat kota besar dan kota kecil. Intinya dimulai dari daerah, makanya kita nanti mesti banyak kolaborasi dengan pemerintah daerah, dengan komunitas seni di daerah, dan juga media daerah.

Jadi sektornya itu sebenarnya ada 17 subsektor. Pertama kreativitas yang berbasis budaya, itu ada kuliner, kriya, fashion, seni rupa, dan seni pertunjukan. Kemudian berbasis desain, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk. Kemudian ada kreatifitas berbasis media, ada film, animasi, video, periklanan, televisi, radio, musik, penerbitan, fotografi. Juga ada yang berkembang pesat yaitu kreativitas berbasis digital dan teknologi, berupa aplikasi, game, konten digital (konten kreator), teknologi baru seperti AI dan blockchain. Namun dalam RPJMN, Presiden Prabowo menetapkan tujuh subsektor prioritas untuk lima tahun ke depan yaitu kuliner, kriya fashion, game, film, animasi video, musik, dan aplikasi. Akan tetapi semua tetap kita anyomi dan kita dampingi. 

Kalau untuk daerah yang menjadi prioritas pengembangan ekonomi kreatif yang mana saja?

Kalau daerah waktu kami baru dilantik dan kami koordinasi dengan Bappenas waktu itu memang di drafrnya hanya ada 12 provinsi awalnya. Aceh, Maluku, dan Papua tidak termasuk awalnya karena kriterianya cukup ketat. Namun waktu itu kami minta ke Bappenas sebelum ditandatangani oleh presiden, saya katakan bahwa justru kita harus melihat daerah-daerah ujung baik Aceh, Papua, dan juga Maluku. Karena justru kalau daerah ekonomi kreatif ini hanya diberikan kepada daerah-daerah “yang sudah maju, sudah berkembang, dan sudah kaya” untuk apa kita buat prioritas justru bukan membantu daerah-daerah yang masih tertinggal. Di mana daerah ini tambang-tambangnya sudah habis dikuasai oleh swasta, lautnya sudah habis, kebunnya juga sudah di lapak-lapak, tapi kreatifitasnya berkembang dengan pesat karena budayanya cukup bagus. Argumen itu diterima, akhirnya diberikan kesempatan untuk Kementerian Ekraf untuk menambah tiga daerah lainnya, yaitu Aceh, Maluku, dan Papua. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved