Sapi Mati Massal
Penyebab Kematian 8 Sapi di Tamiang Masih Misteri, 1 Sapi Hidup Terdeteksi Positif Brucellosis
Namun, dalam laporan tertulis hasil pemeriksaan lab itu, diungkapkan temuan baru. Bahwa tim Labvet Sumut menyatakan, sapi-sapi itu tidak mati...
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Eddy Fitriadi
Secara teknis medis, daging dari sapi yang terkena brucellosis masih mungkin untuk dikonsumsi manusia. Namun, harus dengan perlakuan sangat khusus di bawah pengawasan dokter hewan atau tenaga keswan.
Begitupun, Zalsufran sudah mengingatkan bahwa brucellosis tergolong zoonis alias penyakit hewan yang dapat menular ke manusia.
"Jadi, harus ditimbang-timbangdengan matang mana lebih besar manfaat daripada mudarat memakan daging sapi yang positif mengidap brucellosis itu," kata Zalsufran.
Merujuk sejumlah referensi ilmiah yang diakses Serambinews.com, brucellosis ternyata disebabkan oleh bakteri Brucella yang dapat menyebabkan gangguan reproduksi, seperti infertilitas, aborsi, orchitis (radang buah zakar), dan epididimitis (radang saluran sperma).
Gejala klinis brucellosis pada sapi tidak secara spesifik disebutkan, tapi gejala pada manusia yang terinfeksi dari sapi, antara lain, adalah lemah, demam, berkeringat, nyeri sendi dan otot, serta sakit kepala.
Bahayanya bagi manusia adalah brucellosis dapat menular dari sapi ke manusia melalui konsumsi produk susu atau daging yang tidak dipasteurisasi atau dimasak matang, menghirup udara yang terkontaminasi bakteri Brucella, dan menyentuh darah atau cairan tubuh sapi yang terinfeksi.
Oleh karenanya, penting untuk mencegah penularan dengan memasak daging sapi sampai matang dan mempasteurisasi susu dari sapi yang terjangkit brucellosis.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.