Perang Gaza

Israel Ingin Ciptakan Kamp Pengungsi Besar-besaran di Rafah, Pertahankan Militer di Perbatasan

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengecam rencana Israel untuk memindahkan secara paksa warga Palestina di Gaza ke kota selatan Rafah, dan

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/anadoulu agency
Penduduk Palestina melarikan diri dari zona konflik dengan mobil, kereta keledai, dan berjalan kaki, membawa barang-barang mereka ke daerah yang lebih aman menyusul serangan militer Israel yang intens di Kamp Pengungsi Jabalia di Gaza utara pada 21 Mei 2025. 

SERAMBINEWS.COM - Israel berencana untuk menempatkan pasukan militernya di dekat kota selatan Rafah sebagai bagian dari persiapan untuk membangun kamp pengungsian besar bagi ratusan ribu warga Palestina, menurut laporan Saluran 12 Israel.

Menurut penyiar tersebut, Israel bersikeras mempertahankan pendudukannya hanya 2-3 kilometer di utara Koridor Philadelphi di Gaza selatan, berbatasan dengan Mesir.

Israel juga dikatakan telah menyajikan peta penarikan terbaru dari Gaza, yang mencakup penarikan mundur dari Koridor Morag yang memisahkan Khan Younis dari Rafah, sambil mempertahankan pendudukan penuh atas Rafah itu sendiri.

UNRWA memperingatkan rencana pemindahan Israel ke Gaza akan menciptakan 'kamp konsentrasi'

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengecam rencana Israel untuk memindahkan secara paksa warga Palestina di Gaza ke kota selatan Rafah, dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan menciptakan “kamp konsentrasi besar-besaran” dan memperburuk krisis kemanusiaan.

Juliette Touma, direktur komunikasi UNRWA, mengatakan kepada Al Jazeera English bahwa badan tersebut “dengan tegas menolak segala bentuk pemindahan paksa terhadap populasi mana pun.”

"Jika hal itu terjadi, maka akan mendorong puluhan ribu orang yang telah mengungsi berkali-kali selama perang ini, tetapi juga selama beberapa generasi, ke wilayah selatan dan dari sana ke wilayah yang tidak diketahui," kata Touma.

“Yang perlu dilakukan saat ini adalah fokus pada tercapainya gencatan senjata dan memungkinkan UNRWA untuk membawa pasokan yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved