Wisata
Tingkat Hunian Hotel di Singkil Anjlok, Dampak Efisiensi Anggaran
Anjloknya tingkat hunian hotel, diperkirakan akibat dampak efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Tingkat hunian hotel di Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, anjlok.
Hingga melewati pertengahan tahun 2024 tingkat hunian kamar hanya sekitar 30 sampai 40 persen saja dari kapasitas kamar hotel.
Apalagi ruang meeting (pertemuan) jika dirata-ratakan hanya 20 persen saja.
Perhitungan tingkat hunian hotel dan penggunaan ruang meeting tersebut dibandingkan periode yang sama dengan tahun 2024 lalu.
Anjloknya tingkat hunian hotel, diperkirakan akibat dampak efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.
Maklum, tamu utama hotel di ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, adalah pegawai pemerintah yang sedang melaksanakan perjalan dinas.
"Tingkat hunian turun dari tahun sebelumnya," kata Ismed Taufik pemilik hotel Alviya.
Hotel yang terletak dekat pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, di Pulo Sarok, Singkil, menawarkan tarif penginapan per malam pada kisaran Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu per malam.
Harga tersebut tergantung jenis kamar yang dipesan oleh pelanggan.
Kondisi serupa dengan hotel lainnya yang biasa jadi pelanggan pegawai pemerintah yang berkunjung ke Aceh Singkil.
Sejauh ini tamu yang menginap, mayoritas pelancong serta pedagang.
Sementara itu berdasarkan pantauan, halaman hotel yang bisa dipenuhi mobil tamu terlihat lengang.
Kondisi tersebut kontras dengan tahun lalu yang selalu dipenuhi kendaraan roda empat milik tamu.
Pengelola hotel tidak menampik jika efisiensi anggaran berpengaruh terhadap turunnya tingkat hunian hotel.
"Sangat berpengaruh signifikan," ujarnya.(*)
| Masyarakat Diminta Aktif Ingatkan Wisatawan Hormati Syariat di Sabang |
|
|---|
| Permudah Turis Asing, BI Rancang Penerapan QRIS Cross Border di Pelabuhan Ulee Lheue |
|
|---|
| Landmark Alun-alun Kota Singkil Rusak |
|
|---|
| Berkah Kemerdekaan, Resto di Danau Anak Laut Aceh Singkil Dipadati Pengunjung |
|
|---|
| Pemilik Tempat Wisata dan Pertokoan Wajib Bayar Royalti Jika Putar Musik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wisata-89ukjkl.jpg)