Wisata
Masyarakat Diminta Aktif Ingatkan Wisatawan Hormati Syariat di Sabang
Pemerintah Kota Sabang mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengingatkan wisatawan apabila ditemukan perilaku atau cara berpakaian yang tidak
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Pemerintah telah melakukan berbagai upaya sosialisasi, di antaranya dengan memasang banner dan spanduk imbauan di sejumlah titik strategis seperti penginapan, pelabuhan, kafe, serta lokasi pelayanan publik.
- Namun, langkah tersebut dinilai belum optimal tanpa dukungan langsung dari masyarakat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG – Pemerintah Kota Sabang mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengingatkan wisatawan apabila ditemukan perilaku atau cara berpakaian yang tidak sesuai dengan Syariat Islam serta norma kesopanan yang berlaku di daerah tersebut.
Kepala Dinas Syariat Islam Kota Sabang, Marwan, mengatakan keterlibatan masyarakat sangat penting mengingat Sabang merupakan daerah tujuan wisata dengan arus kunjungan wisatawan yang terus berganti.
“Wisatawan yang datang tidak selalu memahami bahwa Sabang merupakan bagian dari Aceh yang menerapkan Syariat Islam. Karena itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Marwan, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Galakkan Pageu Gampong di Banda Aceh, DSI Bahas Penguatan Pengawasan Pelaksanaan Syariat Islam
Ia menekankan, pengingatan kepada wisatawan harus dilakukan secara santun dan persuasif agar tidak menimbulkan kesan menghakimi maupun mengganggu kenyamanan berwisata.
Menurut Marwan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya sosialisasi, di antaranya dengan memasang banner dan spanduk imbauan di sejumlah titik strategis seperti penginapan, pelabuhan, kafe, serta lokasi pelayanan publik.
Namun, langkah tersebut dinilai belum optimal tanpa dukungan langsung dari masyarakat.
“Penegakan syariat tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari upaya ini,” katanya.
Ia menjelaskan, imbauan kepada wisatawan mencakup kewajiban berpakaian sopan dan menjaga perilaku selama berada di Sabang, termasuk menghindari perbuatan yang bertentangan dengan Syariat Islam seperti khalwat, perjudian, serta konsumsi minuman keras.
Marwan menambahkan, wisatawan muslim diwajibkan mengenakan pakaian sesuai syariat, sementara wisatawan nonmuslim diminta berpakaian sopan dan menghormati norma yang berlaku di tengah masyarakat.
Sebagai daerah pariwisata, lanjutnya, keseimbangan antara kenyamanan wisatawan dan penerapan nilai-nilai syariat harus dijaga bersama.
“Dengan saling mengingatkan secara baik, kami berharap wisatawan tetap nyaman, masyarakat merasa dihormati, dan nilai-nilai yang berlaku di Sabang tetap terjaga,” pungkasnya.(*)
| Permudah Turis Asing, BI Rancang Penerapan QRIS Cross Border di Pelabuhan Ulee Lheue |
|
|---|
| Landmark Alun-alun Kota Singkil Rusak |
|
|---|
| Berkah Kemerdekaan, Resto di Danau Anak Laut Aceh Singkil Dipadati Pengunjung |
|
|---|
| Pemilik Tempat Wisata dan Pertokoan Wajib Bayar Royalti Jika Putar Musik |
|
|---|
| Tingkat Hunian Hotel di Singkil Anjlok, Dampak Efisiensi Anggaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sabang-63i3own.jpg)