Minggu, 12 April 2026

Wisata

Masyarakat Diminta Aktif Ingatkan Wisatawan Hormati Syariat di Sabang

Pemerintah Kota Sabang mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengingatkan wisatawan apabila ditemukan perilaku atau cara berpakaian yang tidak

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Ansari Hasyim
angkapan Layar YouTube ABC News
SYARIAT ISLAM - Kepala Dinas Syariat Islam Kota Sabang, Marwan, berpose di depan banner imbauan penerapan Syariat Islam dan busana sopan bagi wisatawan di Kota Sabang yang dipasang di Pelabuhan Balohan, Sabang. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah telah melakukan berbagai upaya sosialisasi, di antaranya dengan memasang banner dan spanduk imbauan di sejumlah titik strategis seperti penginapan, pelabuhan, kafe, serta lokasi pelayanan publik. 
  • Namun, langkah tersebut dinilai belum optimal tanpa dukungan langsung dari masyarakat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Pemerintah Kota Sabang mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengingatkan wisatawan apabila ditemukan perilaku atau cara berpakaian yang tidak sesuai dengan Syariat Islam serta norma kesopanan yang berlaku di daerah tersebut.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Sabang, Marwan, mengatakan keterlibatan masyarakat sangat penting mengingat Sabang merupakan daerah tujuan wisata dengan arus kunjungan wisatawan yang terus berganti.

“Wisatawan yang datang tidak selalu memahami bahwa Sabang merupakan bagian dari Aceh yang menerapkan Syariat Islam. Karena itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Marwan, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Galakkan Pageu Gampong di Banda Aceh, DSI Bahas Penguatan Pengawasan Pelaksanaan Syariat Islam

Ia menekankan, pengingatan kepada wisatawan harus dilakukan secara santun dan persuasif agar tidak menimbulkan kesan menghakimi maupun mengganggu kenyamanan berwisata.

Menurut Marwan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya sosialisasi, di antaranya dengan memasang banner dan spanduk imbauan di sejumlah titik strategis seperti penginapan, pelabuhan, kafe, serta lokasi pelayanan publik. 

Namun, langkah tersebut dinilai belum optimal tanpa dukungan langsung dari masyarakat.

“Penegakan syariat tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari upaya ini,” katanya.

Ia menjelaskan, imbauan kepada wisatawan mencakup kewajiban berpakaian sopan dan menjaga perilaku selama berada di Sabang, termasuk menghindari perbuatan yang bertentangan dengan Syariat Islam seperti khalwat, perjudian, serta konsumsi minuman keras.

Marwan menambahkan, wisatawan muslim diwajibkan mengenakan pakaian sesuai syariat, sementara wisatawan nonmuslim diminta berpakaian sopan dan menghormati norma yang berlaku di tengah masyarakat.

Sebagai daerah pariwisata, lanjutnya, keseimbangan antara kenyamanan wisatawan dan penerapan nilai-nilai syariat harus dijaga bersama.

“Dengan saling mengingatkan secara baik, kami berharap wisatawan tetap nyaman, masyarakat merasa dihormati, dan nilai-nilai yang berlaku di Sabang tetap terjaga,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved