Kamis, 7 Mei 2026

Daftar 10 Negara dengan Mata Uang Terlemah di Dunia Tahun 2025, Indonesia Termasuk

Tahukah Anda, Indonesia termasuk dalam daftar 10 negara dengan mata uang terlemah di dunia tahun 2025?

Tayang:
Editor: Amirullah
TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Rupiah dan dollar AS - 10 Negara dengan Mata Uang Terlemah Tahun 2025 

Hal ini terjadi lantaran Lebanon masih terpuruk dalam krisis ekonomi berkepanjangan, diperparah dengan konflik politik internal dan kegagalan reformasi fiskal.

Imbasnya banyak bank di Lebanon tidak mampu mengembalikan simpanan nasabah, terutama dalam mata uang asing, menimbulkan krisis kepercayaan dan mempercepat laju konversi ke dolar oleh masyarakat, sehingga meningkatkan tekanan terhadap pound.

Organisasi internasional seperti IMF dan Bank Dunia terus mendesak pemerintah Lebanon untuk melakukan reformasi struktural guna memulihkan ekonomi.

 Namun tanpa kesepakatan politik dan transparansi, langkah penyelamatan ekonomi sulit dijalankan.

Baca juga: Vietnam Kirim 2 ‘Intel’ ke Stadion GBK saat Pertandingan Indonesia vs Malaysia: Utusan Kim Sang Sik

2. Rial Iran (IRR)

Nilai tukar 1 USD = 42.000 IRR

Mata uang resmi Iran, yakni Rial Iran (IRR), kembali masuk dalam jajaran mata uang paling lemah di dunia pada tahun 2025. 

Nilai tukar 1 USD setara dengan sekitar 42.000 Rial, menjadikan Iran sebagai negara dengan mata uang nominal terendah kedua setelah Lebanon, berdasarkan data resmi dari EBC Financial Group dan Dukascopy Bank SA.

Meski bukan hal baru, lemahnya nilai Rial Iran menunjukkan bagaimana tekanan ekonomi, sanksi internasional, serta kebijakan domestik yang tidak efektif terus menyeret stabilitas ekonomi negara tersebut ke titik kritis.

3. Vietnam Dong (VND) – Vietnam

Nilai tukar: 1 USD = 26.045 VND

Meskipun pertumbuhan ekonomi Vietnam positif, mata uang dong masih termasuk yang paling lemah secara nominal.

Ini karena kebijakan moneter konservatif dan struktur nilai tukar tetap yang dipertahankan bertahun-tahun.

Berbeda dengan negara lain yang pernah melakukan redenominasi untuk memangkas angka nol, Vietnam tidak memilih opsi ini. 

Akibatnya, nilai tukar VND terhadap mata uang asing terlihat sangat tinggi secara nominal, meskipun ekonomi relatif sehat dan stabil.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved