Berita Aceh Timur
Kesaksian ABK Kapal Idi Cut Saat Dihantam Ombak Kematian
ada dua ombak besar atau ombak kematian yang menghantam mereka hingga membuat mereka hanyut dan kehilangan dua temannya
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Afdal (33) Warga Desa Kuala Geuleumpang, Kecamatan Julok Aceh Timur, merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM. Bahagia Jaya 01 yang dihantam ombak di perairan Lhokseumawe sekitar 100 Nautical Mile (NM) dari arah Barat dari dermaga Kuala Idi Cut.
Afdal menceritakan bahwa kapal KM. Bahagia membawa 1 Nahkoda dan 13 ABK berlayar sejak dari dermaga Kuala Idi Cut pada hari Selasa, (15/07/2025).
Gelombang besar menghantam KM Bahagia Jaya 01 hingga hancur saat dalam perjalanan kembali menuju dermaga Kuala Idi Cut, pada hari Minggu, (20/07/2025) sekira pukul 15.00 WIB.
"Saat itu kami hendak pulang, namun ombak besar tiba-tiba menghantam kapal kami, kami juga engga meprediksi bahwa itu akan membuat kapal kami tebalik dan hancur," ujarnya dengan nada pelan saat dirawat di RS Zubir Mahmud.
Menurut pria 34 tahun itu ada dua ombak besar atau ombak kematian yang menghantam mereka hingga membuat mereka hanyut dan kehilangan dua temannya.
Baca juga: Kapal Nelayan Aceh Timur Tenggelam Ditabrak, Ini Alasan Basarnas tak dapat Mencari 2 ABK
Ombak pertama menghantam membuat kapal terbalik, lalu ombak kedua menyapu mereka hingga kapal hancur.
Afdal juga sempat melihat dua temannya yang hilang yaitu Safrizal dan Fahruddin tenggelam dalam amukan ombak yang sangat besar.
Namun ia tak bisa berbuat apa-apa selain bertahan hidup dengan berenang dan mencari barang kayu serta papan untuk terus mengapung.
"Saya melihat Sarizal dan Fahruddin saat dihantam ombak itu, setelah itu mereka tidak nampak lagi, Saya tidak bisa berbuat apa-apa," ungkapnya.
"Kami juga terkena serpihan kayu dari kapal kami yang hancur, ada yang kena didada, di lengan," jelasnya.
Baca juga: Kapal Nelayan Aceh Timur Tenggelam 8 ABK Diselamatkan, Berikut Namanya
Ia melanjutkan, setelah dihantam ombak mereka terapung-apung selama tiga hari mulai dari Minggu hingga Selasa mereka terus mencari bala bantuan ditengah laut lepas yang tak bertepi.
Kedua belas ABK itu bertahan hidup dengan berenang dan meraih serpihan kapal yang terapung untuk naik diatasnya agar tak tenggelam.
Berenang mencari perlindungan
Afdal bercerita tatkala hujan turun mereka membuka mulut dan lihat ke atas agar air hujan bisa membasahi tenggorokan mereka yang sudah mulai kering dan dehidrasi akibat air laut yang mereka minum.
Air hujan itu diminum oleh Afdal dan teman-temannya untuk terus berjuang bertahan hidup di tengah laut lepas.
| Warga Pucok Alue Barat Terobos Pendopo Laporkan Karut-Marut Jadup |
|
|---|
| Polres Aceh Timur Salurkan 14 Ton Bibit Jagung untuk Petani Korban Banjir |
|
|---|
| Lifting Perdana 2026, 45 Ribu Barel Kondensat Blok A Dikirim via Terminal Pangkalan Susu |
|
|---|
| Bantah Rampas Lahan Warga, PT Bumi Flora Tegaskan Legalitas HGU dan Rekam Jejak Kompensasi |
|
|---|
| Lansia Pengidap Pikun di Aceh Timur Ditemukan Terapung di Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nelayan-aceh-timur-mendapat-perawatan-medis_2025.jpg)