Senin, 4 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Perusahaan Bandung Tertarik Limbah Sawit, Rencana Bangun Pabrik di Tamiang

MYCL yang sebelumnya mengolah jamur menggunakan serbuk kayu, kini mencari bahan alternatif yang lebih ramah dan efisien.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
AUDIENSI - Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Armia Pahmi ketika menerima audiensi sejumlah pihak, salah satunya MYCL dan FKL yang memproyeksikan pembangunan pabrik jamur untuk bahan kulit di Tamiang. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Sebuah perusahaan inovatif asal Bandung, Mycelium Leather (MYCL), menunjukkan minat yang kuat untuk membangun pabrik di Aceh Tamiang. 

Perusahaan ini dikenal karena produk fashion kulit ramah lingkungan berbasis jamur, dan telah menembus pasar Eropa serta Amerika Serikat.

CEO MYCL, Adi R Nugroho menyampaikan rencana tersebut secara langsung kepada Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Armia Pahmi, pekan lalu. 

Bupati Armia menyambut baik inisiatif tersebut.

Bahkan, Bupati telah melibatkan seluruh SKPK terkait untuk berdiskusi bersama tim MYCL.

Ternyata ada dua alasan utama dukungan kuat Bupati Armia terhadap rencana investasi MYCL.

Baca juga: Potensi dan Tantangan PLTBm Berbasis Limbah Sawit di Aceh Tamiang

Pertama, Bupati sangat mensupport terobosan kreatif anak muda Bandung itu dalam mengolah jamur sebagai bahan ekspor.

Di sisi lain, kehadiran MYCL yang mendirikan pabrik di Aceh Tamiang secara langsung akan melahirkan atau menciptakan lapangan kerja yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Inisiatif ini juga difasilitasi oleh Forum Konservasi Leuser (FKL) bersama sejumlah donor yang mendukung upaya pelestarian lingkungan. 

MYCL yang sebelumnya mengolah jamur menggunakan serbuk kayu, kini mencari bahan alternatif yang lebih ramah dan efisien.

Pilihan pun jatuh pada pelepah kelapa sawit.

Baca juga: Dosen Teknik Unsam Perkenalkan Beton Bertulang Mutu Tinggi Hybrid, Bahannya dari Limbah Sawit 

Tim MYCL melakukan uji coba terhadap berbagai limbah.

Termasuk melakukan uji coba terhadap berbagai limbah organik seperti bongkol jagung dan sekam padi. 

Namun pelepah sawit dinilai memiliki kandungan selulosa yang tinggi dan paling cocok untuk produksi kulit berbasis jamur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved