Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Berita Aceh Singkil

Ribuan Ton Beras Aceh Singkil Tergantung Pasokan dari Luar Daerah, Pemerintah Diminta Subsidi Ongkos

"Untuk stabilitas harga serta pasokan kami memohon ke Dinas Pangan Provinsi Aceh, untuk membantu dana distribusi transportasi bahan pangan,"

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
TUMPUKAN BERAS: Dinas Pangan Kabupaten Aceh Singkil, menggelar operasi gerakan pangan murah salah satunya dengan menjual beras subsidi, di lokasi pembukaan TMMD di Desa Siompin, Kecamatan Suro Makmur, Rabu (23/7/2025). 

"Untuk stabilitas harga serta pasokan kami memohon ke Dinas Pangan Provinsi Aceh, untuk membantu dana distribusi transportasi bahan pangan," kata Kepala Dinas Pangan Aceh Singkil, Abd Haris, Kamis (24/7/2025).

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Ribuan ton kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Aceh Singkil, masih tergantung pasokan dari luar daerah. 

Seperti dari Aceh Barat Daya (Badya), Banda Aceh dan Sumatera Utara.

Sebab, produksi beras dari areal persawahan yang ada di kabupaten itu sangat minim. 

Jika rata-rata konsumsi beras per jiwa 6,6 kg per bulan dengan penduduk Aceh Singkil sekitar 130 ribu.

Maka butuh beras kira-kira 10 ribu ton per tahunnya. 

Terkait tingginya ketergantungan pasokan beras dari luar daerah, Dinas Pangan Provinsi Aceh, diminta memberikan subsidi transportasi kendaraan pengangkutan beras ke Aceh Singkil

Subsidi tersebut untuk menekan biaya angkut beras.

Sehingga harga beras tidak terlalu mahal. 

"Untuk stabilitas harga serta pasokan kami memohon ke Dinas Pangan Provinsi Aceh, untuk membantu dana distribusi transportasi bahan pangan," kata Kepala Dinas Pangan Aceh Singkil, Abd Haris, Kamis (24/7/2025).

Harga beras di Kabupaten Aceh Singkil, mengalami kenaikan.

Untuk semu jenis beras rata-rata naik pada kisaran Rp 1.500 per kilogram. 

Terkait kondisi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, melalui Dinas Pangan dan Dinas Perdagangan, telah melakukan sejumlah langkah untuk meredam gejolak. 

Antara lain menggelar operasi gerakan pangan murah (GPM) yang digawangi Dinas Pangan. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved