Berita Aceh Singkil

Kasus DBD Muncul di Aceh Singkil, Dinkes Minta Warga Berantas Sarang Nyamuk

"Kami minta puskesmas agar mengimbau warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," kata Mursal.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
FOGGING - Tim Dinas Kesehatan Aceh Singkil melakukan fogging untuk mencegah terjadinya demam berdarah dengue (DBD). Dinkes Aceh Singkil meminta warga memberantas sarang nyamuk dengan pola 3M. 

Berdasarkan jenis kelamin, warga yang terserang DBD lima orang laki-laki dan dua orang perempuan. 

Sementara itu jika dihitung sepanjang Januari sampai 24 Juli 2025, berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh Singkil, jumlah kasus DBD mencapai 69 kasus. 

Mayoritas sudah sembuh, kecuali temuan  tujuh kasus terbaru, di mana pasien sedang dalam proses terapi suportif dan manajemen cairan. 

Seperti pemberian cairan infus untuk mengatasi dehidrasi, pemberian obat pereda demam (paracetamol), dan pemantauan terhadap kondisi pasien, termasuk kadar trombosit.

Pada awal tahun, kasus DBD mulai ditemukan pada 20 Januari 2025 di Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah. 

Baca juga: Antisipasi Demam Berdarah, Biddokkes Polda Aceh Fogging Seluruh Polsek di Aceh Barat

Sebaran 69 kasus DBD selama periode Januari sampai 24 Juli 2025, yaitu di Kecamatan Singkil, Singkil Utara, Gunung Meriah, Simpang Kanan, Kuala Baru, dan Kecamatan Pulau Banyak Barat.

Pihak Dinas Kesehatan Aceh Singkil, telah melakukan sejumlah langkah penanggulangan DBD. 

Antara lain melakukan fogging di tempat tinggal serta lingkungan sekitar pasien.

Fogging merupakan tindakan pengasapan dengan menggunakan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa, terutama yang menjadi vektor penyakit seperti DBD. 

Vektor penyakit yaitu organisme hidup, biasanya serangga atau hewan, yang dapat menularkan patogen penyebab penyakit dari satu inang (manusia atau hewan) yang terinfeksi ke inang lain yang rentan.

"Fogging dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP)," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Mursal, SKM, MMKes, Kamis (24/7/2025).

Berikutnya, menurut Mursal, pihaknya telah menginstruksikan puskesmas supaya mengimbau warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Baca juga: Perhatian! Bangladesh Dilanda Wabah Demam Berdarah, 7 Ribu Anak Terjangkit DBD: 176 Orang Meninggal

Langkah lain yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Aceh Singkil, melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) ke rumah pasien dan lingkungan sekitar pasien. 

Kemudian melakukan survei jentik nyamuk. 

Setelah jentik nyamuk ditemukan, maka melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved