Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Makin Memanas, Kedubes Thailand Minta Warganya Angkat Kaki dari Kamboja

“Warga negara Thailand yang berada di Kamboja diminta meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin, kecuali memiliki alasan yang sangat mendesak...

|
Editor: Nurul Hayati
Kolase Ilustrasi/ Tribunnews- PM Thailand, tolak mediasi dengan Kamboja
Thailand Tolak Mediasi Dengan Kamboja - Thailand secara tegas menolak bantuan internasional untuk mediasi dengan Kamboja demi mengakhiri konflik antara keduanya.Thailand dengan tegas meminta Kamboja untuk menghentikan serangan dan menyelesaikan konflik melalui pembicaraan bilateral.Konflik dimulai sejak Mei 2025 lalu, ketika angkatan bersenjata Thailand dan Kamboja baku tembak di wilayah perbatasan yang disengketakan.Akibat baku tembak tersebut, salah seorang tentara Kamboja tewas.Baik Thailand maupun Kamboja mengatakan mereka bertindak untuk membela diri. 

“Warga negara Thailand yang berada di Kamboja diminta meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin, kecuali memiliki alasan yang sangat mendesak untuk tetap tinggal.” ujar Kedutaan Thailand.

SERAMBINEWS.COM - Konflik antara negara bertetangga di Asia Tenggara semakin memanas. 

Dalam sebuah pengumuman resmi yang disebarkan melalui akun Facebook resminya, Kedutaan Besar Thailand mengeluarkan seruan yang menandai meningkatnya kekhawatiran pemerintah Thailand atas eskalasi konflik di lapangan.

“Warga negara Thailand yang berada di Kamboja diminta meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin, kecuali memiliki alasan yang sangat mendesak untuk tetap tinggal.” ujar Kedutaan Thailand.

Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh mengeluarkan imbauan, mendesak kepada seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan wilayah Kamboja.

Perintah tersebut dirilis menyusul pecahnya bentrokan bersenjata antara pasukan kedua negara di kawasan perbatasan yang masih disengketakan.

Perseteruan antara Thailand dan Kamboja berakar dari sengketa wilayah perbatasan, terutama di sekitar situs warisan budaya dunia, Kuil Preah Vihear dan kompleks kuil kuno lainnya seperti Ta Krabei dan Ta Muen Thom.

Kuil-kuil ini dibangun sebagai tempat pemujaan ratusan tahun lalu, namun setelah masa kolonial, batas wilayah antara Thailand dan Kamboja menjadi kabur. 

Akibatnya, wilayah kuil dan sekitarnya menjadi abu-abu secara hukum dan geopolitik.

Hal ini memicu interpretasi yang berbeda dan terus menjadi bahan sengketa hingga kini.

Baca juga: Perang Pecah di Perbatasan, 60 Ribu Warga Thailand dan Kamboja Mengungsi

Bentrok Jadi Pemicu

Mengutip laporan media lokal Bangkok Post, konflik kembali memanas buntut bentrokan bersenjata di sekitar kawasan perbatasan yang disengketakan, tepatnya di sekitar Kuil Preah Vihear, Ta Krabei, dan Ta Muen Thom pada Kamis (24/7/2025).

Konflik bersenjata dimulai sejak pukul 05.00 pagi waktu setempat, ketika pasukan Thailand diketahui memasang kawat berduri di sekitar kuil Prasat Ta Muen Thom, wilayah Surin, Thailand, yang berdekatan dengan zona sengketa.

Tindakan tersebut dinilai sebagai provokasi langsung, terlebih setelah insiden ledakan ranjau darat sehari sebelumnya yang melukai seorang prajurit Thailand.

Sekitar pukul 06.00 pagi, bentrokan bersenjata terjadi di wilayah kuil Ta Krabei, dan berlanjut ke area sekitar Preah Vihear pada pukul 07.00. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved