Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Kampung Kesehatan Jadi Ikon Baru Lewat Kehadiran Pusat Jajanan Taman Asri

Syariful Alam menjelaskan bahwa ide pembentukan pusat jajanan ini muncul dari keinginan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
IKON BARU - Pusat Jajanan Taman Asri yang didirikan Pemerintah Kampung Kesehatan, Aceh Tamiang terlihat asri dan bersih, Sabtu (26/7/2025). Lokasi ini ikon baru yang memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat. 

Syariful Alam menjelaskan bahwa ide pembentukan pusat jajanan ini muncul dari keinginan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dari kampung lain.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemerintah Kampung Kesehatan, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang memiliki ikon baru setelah meluncurkan Pusat Jajanan Taman Asri.

Secara simbolis Pusat Jajanan Taman Asri ini diluncurkan oleh Datok Kampung Kesehatan, Syariful Alam pada Jumat (25/7/2025) kemarin.

Inisiatif ini digagasnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, sekaligus menciptakan ikon baru yang merepresentasikan potensi dan kreativitas warga kampung.

Syariful Alam menjelaskan bahwa ide pembentukan pusat jajanan ini muncul dari keinginan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dari kampung lain.

“Yang pertama saya ingin membuat sesuatu tampil beda, sehingga apa yang saya buat hari ini bisa menjadi ikon Kampung Kesehatan,” ujarnya, Sabtu (26/7/205).

Saat ini, terdapat 20 pedagang yang menempati lapak-lapak di kawasan kuliner tersebut.

Pengunjung dapat menikmati beragam pilihan makanan dan minuman mulai dari makanan berat seperti nasi goreng, mi aceh, sate, hingga makanan ringan seperti gorengan, martabak mini, siomay, bakso bakar, dan aneka kue tradisional.

Baca juga: Pemko Lhokseumawe Resmikan Pusat Kuliner di Kecamatan Muara Satu, Promosi Produk UMKM

Untuk minuman, tersedia berbagai jus buah segar, es teh, es jeruk, es campur, dan minuman kekinian lainnya.

Menariknya, pengelolaan dilakukan secara kolektif dan tanpa pungutan biaya sewa.

“Untuk pengelolaan kita koordinir saja, tidak kita kenakan uang sewa dan kita beri gratis,” jelas Syariful.

Ia menegaskan, keberadaan pusat jajanan ini bukan hanya tempat jual bel.

Namun, juga diharapkan dapat menciptakan keberlanjutan ekonomi lokal.

 Pemerintah kampung akan terus mendampingi agar para pedagang tetap konsisten menjaga cita rasa makanan serta kebersihan dan kenyamanan lingkungan berjualan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved