Berita Banda Aceh
SMK SMTI Gelar Temu Industri, Kadisdik: Kolaborasi Vokasi dan Industri Kunci Kemajuan Ekonomi Aceh
Marthunis menekankan bahwa hubungan antara SMK dan industri harus bersifat mutualisme, tidak hanya menguntungkan
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Marthunis menekankan bahwa hubungan antara SMK dan industri harus bersifat mutualisme, tidak hanya menguntungkan sekolah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi dunia usaha.
Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Marthunis ST, DEA didampingi Kepala SMK SMTI Banda Aceh, Junaidi SKom, MSi, membuka kegiatan Temu Industri dan Sinkronisasi Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Sistem Ganda (Dual System) serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan industri mitra SMK SMTI Banda Aceh, Sabtu (26/7/2025).
Dalam sambutannya, Marthunis menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara dunia pendidikan vokasi dan industri untuk menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan dan berkelanjutan sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar kerja secara efektif.
Marthunis menekankan bahwa hubungan antara SMK dan industri harus bersifat mutualisme, tidak hanya menguntungkan sekolah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi dunia usaha.
“Sekolah vokasi tanpa industri adalah tidak komplit. Keberlanjutan SMK sangat tergantung pada profitabilitas dunia industri,” ujarnya.
Marthunis menambahkan bahwa SMK harus menjadi penghubung nilai tambah di Aceh.
Khususnya dalam sektor agraris yang mendominasi ekonomi daerah, dengan mengembangkan keterampilan yang relevan untuk mendukung modernisasi dan daya saing sektor tersebut.
Baca juga: Satria Kumbara dari Ambarawa, Alumni SMK yang tak Terduga
“Aceh masih sangat bergantung pada sektor primer seperti pertanian yang menyumbang 30 persen dari ekonomi.
Industri hanya 7?n sektor jasa 1 % . Dengan demikian, meningkatkan kontribusi industri adalah kunci mengurangi pengangguran, khususnya bagi alumni SMK,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia jelaskan bahwa kolaborasi dengan industri harus memperhatikan kebutuhan nyata di lapangan, termasuk pengujian dan standardisasi alat serta keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha.
"Lulusan SMK SMTI harus mampu mengisi lapangan kerja yang ada di industri, mulai dari proses produksi hingga pengembangan wirausaha baru.
Ini adalah bagian dari rantai nilai industri yang harus dipenuhi agar ekonomi Aceh makin maju,” tambahnya.
Marthunis mengakhiri sambutannya dengan harapan besar agar sinergi antara SMK SMTI dan dunia industri dapat menjadi tonggak transformasi ekonomi Aceh melalui pengembangan vokasi yang berbasis kebutuhan pasar dan inovasi.
Baca juga: Lowongan Kerja BINA BNI Dibuka, Lulusan SMA/SMK hingga D1–S1 Bisa Daftar, Cek Syaratnya
"Mari kita jalankan bersama menuju Aceh yang lebih maju dengan pendidikan vokasi yang berkualitas dan industri yang kuat,” ajaknya.
USK Jadi Lokus Pertama Program LIKE IT 2025, BI Aceh Dorong Generasi Muda Cerdas Keuangan Syariah |
![]() |
---|
USK Jadi Lokus Pertama Program LIKE IT 2025, Dorong Generasi Muda Cerdas Keuangan Syariah |
![]() |
---|
Tim Penilai Adipura KLHK RI Tinjau Bank Sampah di Peunyeurat Banda Aceh |
![]() |
---|
UIN Ar-Raniry Kirim 87 Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Magang di 39 Instansi, Pustaka Kampus dan Dayah |
![]() |
---|
Niat Cari Suami di Banda Aceh, Seorang Ibu Muallaf dan Anaknya Terlantar di Halte Bus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.