Kamis, 23 April 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Korban Tewas Perang Thailand vs Kamboja Capai 35 Orang, Hari Ini Perundingan Damai

Perang Thailand-Kamboja hingga Minggu (27/7/2025) menewaskan sedikitnya 35 orang, melukai lebih dari 200 orang

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar via Defence Security Asia
KONFLIK THAILAND VS KAMBOJA - Drone bersenjata Thailand yang mampu meledakkan pos militer Kamboja. 

 "Pemerintah Thailand tetap berkomitmen untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah negara. Setiap jengkalnya," ujar juru bicara pemerintah, Jirayu Houngsub.  

Dia juga menegaskan bahwa Thailand tidak akan bernegosiasi soal peta yang digunakan dalam proses gencatan senjata.

Baca juga: Berani Perangi Thailand, Kamboja Ternyata Punya Pertahanan Darat Rahasia

Perang berlanjut

Meski Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan kesepakatan damai, Pemerintah Thailand pada Minggu menyatakan belum siap menghentikan operasi militer.

Trump menyatakan telah memperingatkan kedua negara bahwa kelanjutan konflik dapat membahayakan perjanjian perdagangan mereka dengan AS.  

Dia menambahkan, "Negeri Paman Sam" tidak akan melanjutkan kerja sama ekonomi jika kekerasan tidak dihentikan.

Thailand menuduh Kamboja terus melancarkan serangan artileri ke wilayah sipil di Provinsi Surin dan sejumlah titik lain.

"Penghentian permusuhan apa pun tidak dapat dicapai ketika Kamboja berulang kali melanggar prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia dan hukum humaniter," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Thailand.

Phumtham menegaskan bahwa Thailand tidak menghendaki negara ketiga untuk menjadi mediator.

Namun, ia mengapresiasi perhatian Trump terhadap situasi tersebut. 

"Kami telah mengusulkan pertemuan bilateral antara menteri luar negeri kami, untuk menyimpulkan syarat-syarat apa yang diperlukan untuk gencatan senjata dan penarikan pasukan serta senjata jarak jauh," kata Phumtham dalam konferensi pers.

Dia menambahkan, tentaranya akan terus menjalankan tugas mereka hingga tidak ada lagi bahaya bagi warga sipil.

Sementara itu, pada Minggu pagi waktu setempat, pasukan Thailand disebut telah menyerang sejumlah lokasi di Kamboja dengan drone, tembakan tank, bom cluster, dan bom udara.  

Informasi ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata.

Baca juga: VIDEO - Drone Presisi Thailand Hancurkan Gudang Amunisi Kamboja

Perang perebutan candi

Beberapa proyektil dilaporkan jatuh di dekat kompleks Candi Preah Vihear, situs warisan dunia UNESCO yang terletak di wilayah utara Kamboja dan sering menjadi sumber ketegangan antarnegara.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved