Jumat, 15 Mei 2026

Kemensos Ungkap 200 Ribu Penerima Bansos 2025 Terlibat Judol, Bantuan Akan Dialihkan

Menurutnya, Kemensos telah menghentikan penyaluran Bansos kepada ratusan ribu penerima tersebut.

Tayang:
Editor: Amirullah
via Kompas.com
ILUSTRASI BANSOS - Bansos 2025. 

SERAMBINEWS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah tegas terhadap penyalahgunaan bantuan sosial (Bansos).

Sebanyak 200 ribu penerima Bansos tahun 2025 dipastikan tak lagi menerima bantuan karena terbukti terlibat dalam aktivitas judi online (judol).

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan hal ini pada Selasa (30/7/2025). Menurutnya, Kemensos telah menghentikan penyaluran Bansos kepada ratusan ribu penerima tersebut.

"Lebih dari 600.000 yang ditengarai penerima Bansos ini juga ikut bermain judol. Dari 600.000 itu sudah 200.000 lebih yang kita tidak beri Bansos lagi," tegas Gus Ipul saat ditemui di Gedung Kemensos, Jakarta.

Saat ini, Kemensos bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) masih mendalami data 300 ribu lebih rekening yang juga diduga kuat terlibat judi online.

"Sementara 300.000 lebih masih dalam pendalaman. Kalau nanti terbukti maka yang 300.000 juga tidak akan kita kirim Bansos lagi," lanjut Gus Ipul.

KEMENSOS - Mensos Saifullah Yusuf saat ditemui di Gedung Kemensos, Jakarta, Sabtu (19/7/2025). Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyaluran bansos harus tepat sasaran dan tidak digunakan untuk hal-hal di luar peruntukannya
KEMENSOS - Mensos Saifullah Yusuf saat ditemui di Gedung Kemensos, Jakarta, Sabtu (19/7/2025). Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyaluran bansos harus tepat sasaran dan tidak digunakan untuk hal-hal di luar peruntukannya (Kompas.com/Shela Octavia)

Alokasi Bansos Dialihkan

Gus Ipul menjelaskan bahwa alokasi Bansos yang dicabut dari para pelaku judi online ini tidak akan ditiadakan, melainkan dialihkan kepada masyarakat lain yang lebih berhak.

"Dialihkan. Jadi tidak dihilangkan tapi dialihkan ke mereka yang lebih berhak," ujarnya, menekankan komitmen Kemensos untuk memastikan Bansos tepat sasaran.

Untuk memastikan penyaluran Bansos tepat sasaran, Kemensos terus berupaya mengoptimalkan proses penerimaan.

Salah satu caranya adalah dengan meminta bantuan Bank Indonesia untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap rekening-rekening penerima Bansos.

"Jika ada saldo yang anomali, misalnya penerima Bansos saldonya Rp5 juta itu kan anomali. Nah ini kita akan periksa lebih lanjut," kata Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa peruntukan Bansos sudah sangat jelas, sehingga dana tersebut seharusnya tidak mengendap dalam waktu lama.

"Karena Bansos ini semua jelas peruntukannya. Jadi tidak mungkin ini bisa disimpan lebih dari 3 bulan. Kalau sampai 3 bulan ini ada keanehan yang perlu kita telusuri lebih lanjut.

Dan kalau memang nanti terbukti anomali dan tidak layak menerima Bansos, akan kita alihkan lagi kepada mereka yang lebih berhak," pungkas Gus Ipul.

Cara Cek Bansos BPNT Tahap 3 2025, Pastikan Sudah Instal Aplikasinya di HP Android atau iPhone

Bansos BPNT merupakan bantuan sosial yang disalurkan oleh pemerintah untuk warga yang memenuhi syarat.

Bansos BPNT 2025 kini sudah memasuki Tahap 3 penyaluran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved