Sidak Pasar Tradisional

Wali Kota Lhokseumawe Sidak Pasar Beras, Warga Diminta Laporkan Pedagang Curang

Sayuti juga mengimbau pedagang agar beretika dan tidak mencari keuntungan dengan cara yang merugikan masyarakat

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Safriadi Syahbuddin
DOK PEMKO LHOKSEUMAWE
SIDAK PASAR - Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar memimpim tim melakukan sidak ke Pasar Inpres Lhokseumawe, Rabu (30/7/2025). 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar memimpim tim untuk melakukan sidak ke Pasar Inpres Lhokseumawe, Rabu (30/7/2025).

Fokus sidak kali ini adalah pada komoditas beras, menyusul munculnya isu beras oplosan dan dugaan praktik permainan harga di pasar tradisional.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan pendataan harga beras jenis medium dan premium, serta meninjau langsung kondisi fisik beras yang dijual pedagang.

“Kami ingin memastikan tidak ada permainan harga maupun tindakan curang seperti mencampur beras kualitas rendah dengan beras premium. Ini menyangkut hak konsumen dan kepercayaan publik terhadap pasar,” ujar Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti, di sela-sela kegiatan tersebut.

Baca juga: Ngaku Premium, Ternyata Dioplos! Ini Daftar Merek Beras Diduga Oplosan: Raja Platinum hingga Siip

Selain itu, Sayuti juga mengimbau pedagang agar menjunjung tinggi etika berdagang dan tidak mencari keuntungan dengan cara yang merugikan masyarakat.

Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas jika ditemukan praktik curang dalam penjualan beras.

Sidak ini, kata Walikota, menjadi bagian dari langkah preventif Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam menjaga kestabilan pasar, terutama terhadap potensi lonjakan harga menjelang akhir tahun atau momen hari besar keagamaan.

Buka Tempat Pengaduan

Sementara Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Lhokseumawe, M Rizal, menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara berkala dan membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi praktik curang di pasar.

“Jika ada pedagang yang terbukti melakukan pengoplosan atau menaikkan harga secara tidak wajar, tentu akan kami tindak sesuai aturan. Kami ingin pasar tetap sehat, transparan, dan adil,” tegasnya.

Baca juga: Pengakuan Pemilik Toko Terima Pesanan 10 Ton Beras Oplosan dari Anggota DPRD, Biasa Diklaim Premium

Langkah cepat Pemerintah Kota ini diapresiasi oleh para pedagang dan pembeli yang berharap pengawasan semacam ini rutin dilakukan. 

Mereka menilai sidak seperti ini mampu menciptakan rasa aman, menjaga kualitas pangan, dan mendorong terciptanya perdagangan yang jujur.(*)

Baca juga: Heboh Beras Oplosan dikemas Premium, Profesor IPB Ungkap Ciri-Cirinya Sebelum dan Sesudah Dimasak

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved