Breaking News

Heboh Beras Oplosan dikemas Premium, Profesor IPB Ungkap Ciri-Cirinya Sebelum dan Sesudah Dimasak

Mentan Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, beras oplosan beredar bahkan sampai di rak supermarket dan minimarket, dikemas seolah-olah premium,

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
freepik/jcomp
ILUSTRASI BERAS - Heboh beras oplosan dikemas premium beredar di pasar, masyarakat perlu waspada. Berikut ciri-cirinya beras oplosan yang bisa ditandai sebelum dan sesudah dimasak, diungkap oleh Profesor IPB. 

SERAMBINEWS.COM - Isu pengoplosan pada bahan pangan kembali menyeruak di Tanah Air.

Kali ini, makanan pokok utama mayoritas masyarakat di Indonesia, yakni beras yang menjadi sasarannya.

Dugaan beras yang dioplos tersebut mencuat usai Kementerian Pertanian mengungkapkan hasil inestigasi mereka soal temuan 212 merk beras yang tidak memenuhi standar mutu beredar di pasar.

Ketidaksesuaian mutu tersebut mulai dari soal berat kemasan, komposisi hingga label mutu.

Beberapa merek diantaranya tercatat menawarkan kemasan “5 kilogram (kg)” padahal isinya hanya 4,5 kg. 

Lalu banyak di antaranya yang mengklaim beras premium, padahal sebenarnya berkualitas biasa.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, beras oplosan beredar bahkan sampai di rak supermarket dan minimarket, dikemas seolah-olah premium, tapi kualitas dan kuantitasnya menipu.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim Satgas Pangan Polri.

Empat perusahaan produsen beras yang diduga tidak memenuhi standar mutu itu pun diperiksa.

Dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Minggu (13/7/2025), dari hasil pemeriksaan, baru didapati 26 merek beras yang diduga merupakan hasil praktik penipuan sebagaimana yang diungkapkan Mentan Amran. 

Baca juga: Waspada! 13 Merek Beras Diduga Oplosan Dijual ke Masyarakat, Satgas Pangan Periksa Perusahaan Curang

Sebanyak 26 merek beras itu berasal dari empat perusahaan besar produsen beras, yakni Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Satgas Pangan juga telah mengumpulkan sampel produk beras keempat perusahaan tersebut dari berbagai daerah.

Hasilnya, didapati bahwa produk mereka tidak sesuai regulasi.

Wilmar Group diperiksa terkait produk beras merek Sania, Sovia, Fortune, dan Siip, berdasarkan 10 sampel dari wilayah Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Jabodetabek, dan Yogyakarta.

PT Food Station Tjipinang Jaya dimintai keterangan terkait produk Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, dan Setra Pulen, dari total sembilan sampel asal Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Aceh.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved