Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Israel vs Iran

Kekeringan Ekstrem Landa Iran, 10 Juta Warga Teheran Terancam Krisis Air

Hal ini mengancam kehidupan 10 juta jiwa warga Teheran yang sebagian besar mengandalkan pasokan air bendungan buntut kekurangan air yang parah,

Tayang:
Editor: Nurul Hayati
Tangkapan layar X/@daryadar_iran
HAMPIR KERING- Bendungan Karaj hampir kering, di bawah 6–7%, titik terendah dalam 63 tahun terakhir untuk sumber air vital Teheran ini. 

Sebagai upaya tambahan, Presiden Masoud Pezeshkian menyetujui penetapan hari libur umum di Provinsi Teheran untuk menekan penggunaan air dan listrik.

Pemerintah bahkan tengah mempertimbangkan langkah ekstrem berupa libur seminggu penuh agar warga meninggalkan kota sementara waktu sehingga permintaan air bisa turun drastis.

Namun para pakar menilai langkah ini hanya solusi darurat, bukan jalan keluar jangka panjang.

Adapun solusi jangka panjang harus mencakup reformasi sistem pertanian yang menyedot 90 persen pasokan air Iran, daur ulang air limbah, serta pengelolaan sumber daya berbasis iklim.

 Solusi jangka panjang memerlukan reformasi ekonomi besar-besaran, seperti mengurangi ketergantungan pada pertanian yang menyerap 90 persen penggunaan air nasional, dan beralih ke sektor jasa serta industri yang lebih efisien secara konsumsi air.

Akan tetapi reformasi tersebut dinilai berat secara politik dan ekonomi, terutama dalam kondisi Iran yang masih dikenakan sanksi internasional.

Lantaran sanksi itu berpotensi membatasi kemampuan Iran untuk mengakses teknologi modern, pendanaan internasional, dan peralatan penting untuk membangun infrastruktur air yang lebih efisien.

Salah Kelola Cadangan Air Jadi Penyebab

Tak hanya cuaca ekstrem, krisis air di Teheran juga disebabkan oleh masalah pengelolaan air yang buruk selama puluhan tahun.

Praktik pertanian yang boros air disebut sebagai salah satu penyebab utama. Saat ini, sekitar 90 persen pasokan air Iran terserap untuk sektor pertanian dengan sistem irigasi yang tidak efisien.

Selain itu, eksploitasi air tanah berlebihan selama beberapa dekade untuk mendukung pertumbuhan populasi telah menyebabkan penurunan akuifer secara signifikan.

Di Teheran, kondisi ini membuat beberapa bagian kota mengalami amblesan tanah hingga puluhan sentimeter setiap tahun.

Penggunaan air perkotaan yang tidak terkendali juga menambah beban. Dengan sistem distribusi yang lemah dan minimnya kebijakan konservasi, konsumsi air di wilayah perkotaan melonjak jauh di atas kapasitas pasokan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran di Ambang Bencana, Waduk Susut 10 Juta Warga Teheran Hadapi Risiko Krisis Air, 

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved