Mihrab

Khutbah Jumat – Ayah atau Suami Harus Hindari Sifat Dayyuts, Tgk Syahrial Jelaskan Ciri-cirinya

Sifat ini digambarkan sebagai bentuk kelemahan tanggung jawab moral dan spiritual seorang kepala keluarga.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Umum Dayah Mabdaul ‘Ulum Al-Aziziyah, Banda Aceh, Tgk Syahrial Maulidin M Jakfar 

Tgk Syahrial menguraikan beberapa ciri dayyuts, antara lain: membiarkan istrinya bergaul bebas dengan laki-laki lain; membiarkan istri keluar rumah dengan pakaian yang membuka aurat; 

membiarkan anak perempuannya berpacaran atau keluar malam bersama pria yang bukan mahramnya;

serta membiarkan istri dan anak-anak perempuan berjoget membuka aurat, direkam, dan disebarkan melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram.

“Jika sifat ini dibiarkan menyebar dalam masyarakat, maka kerusakan moral akan meluas. Umat akan semakin rusak,” tegasnya.

Dalam kitab Adab al-Islam karya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki yang menyebutkan bahwa akan datang suatu zaman di mana perbuatan mesum dilakukan di tengah jalan. 

Saat itu, ada orang yang menasihati, “Seandainya kalian mau menyingkir dari jalan saat melakukannya...” 

Maka orang yang menasihati itu telah setara dengan Abu Bakar dan Umar dalam keberaniannya.

“Jika hadits ini disampaikan 30 tahun lalu, mungkin terdengar mustahil. Tapi hari ini, ketika kita menyaksikan berbagai bentuk kemaksiatan yang dipamerkan secara terbuka, kita semakin yakin akan kebenaran sabda Rasulullah SAW tersebut,” tuturnya.  

Di akhir khutbahnya, Tgk Syahrial mengajak jamaah merenungkan kondisi zaman sekarang: “Masih adakah jenis maksiat yang belum dipertontonkan? Wanita membuka aurat, bermesraan di tempat umum, bahkan menyiarkan perbuatan maksiat secara langsung di media sosial...”

Ia menegaskan, semua itu terjadi karena para suami dan ayah bersikap dayyuts, tak lagi memiliki rasa cemburu terhadap kehormatan keluarga dan enggan menasihati anggota keluarganya yang berbuat dosa.

“Segala perbuatan keji dalam keluarga adalah tanggung jawab suami dan ayah yang membiarkan dan tidak menegur. Semoga Allah menolong kita, memperbaiki keluarga kita, dan memberikan hidayah kepada para pemuda-pemudi kita,” tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved