Selasa, 5 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Serangan Mematikan Rusia di Kiev Ukraina Tewaskan 31 Orang, Gedung 9 Lantai Runtuh

Serangan Rusia di Kiev, Ukraina, Kamis (31/7/2025) menewaskan sedikitnya 31 orang, termasuk lima anak-anak

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
Layanan Darurat Ukraina/Telegram
CARI KORBAN - Petugas penyelamat dan pemadam kebakaran mencari korban selamat di reruntuhan gedung yang hancur kena rudal Rusia di Kiev, Ukraina, Jumat (1/8/2025). Serangan Rusia pada Kamis itu menewaskan 31 orang. 

"Tidak ada garis pertahanan yang jelas; sebagian besar komandan [Ukraina] tidak memahami wilayah tanggung jawab mereka. Apa yang terjadi di kota ini bukanlah pertahanan, melainkan kekacauan total."

Baca juga: Serangan Drone dan Rudal Rusia Hancurkan Tiga Peluncur Rudal Patriot dan Radar Ukraina


Ukraina Krisis Personel

Analis militer Ukraina Ivan Stupak meyakini situasi memburuk karena kekurangan tenaga kerja di tentara Ukraina dan panjangnya garis depan.

"Garis depan membentang dari wilayah Sumy hingga Kherson — lebih dari 1.000 kilometer. Kami kekurangan personel dan peralatan. Sementara itu, tentara Rusia memiliki keunggulan jumlah dan secara aktif menggunakan kekuatan udara untuk serangan bom," ujar Stupak kepada TMT.

Pada saat yang sama, Rusia terus bergerak maju ke timur Pokrovsk setelah mencapai kemajuan di sana dan memotong jalur utama Pokrovsk-Kostiantynivka musim dingin ini.

Sejak saat itu, garis depan di wilayah ini terus bergerak maju dan kini membentang di atas Pokrovsk dari arah timur laut. 

Rusia saat ini sedang bergerak maju ke beberapa arah, termasuk menuju kota Rodynske dan Myrnohrad. Jika permukiman ini jatuh, Pokrovsk akan dikepung secara efektif dan logistik untuk garnisunnya akan terganggu oleh pesawat nirawak Rusia.

Analis militer Rusia Yan Matveev mengatakan kalau pasikan Moskow maju ke timur laut Pokrovsk pada beberapa sumbu untuk memperkuat pasukan Ukraina yang sudah terkuras.

"Infanteri Rusia dalam kelompok-kelompok kecil menyusup ke belakang garis pertahanan di mana pun mereka bisa dan menunggu bala bantuan. Mereka biasanya terbunuh oleh artileri dan drone, tetapi Ukraina kekurangan infanteri dan peralatan untuk mempertahankan garis pertahanan yang berkelanjutan atau memburu setiap kelompok," kata Matveev.

"Situasi di Pokrovsk lebih rapuh daripada dua minggu lalu. Jika pasukan Ukraina tidak dapat bertahan, Rusia dapat melancarkan serangan penuh terhadap Pokrovsk dan Myrnohrad sebelum akhir musim panas."

Baca juga: Gangster Rusia Susupi Kantor Imigrasi Indonesia, jadi Beking Kejahatan


Pokrovsk Kemungkinan Jatuh dalam 60 Hari

Para ahli mencatat bahwa meskipun pasukan Rusia menderita kerugian besar, mereka mampu membuat kemajuan berkat jumlah yang besar. 

Stupak meramalkan bahwa Ukraina akan segera kehilangan kota itu.

"Saya yakin kota itu kemungkinan akan ditinggalkan dalam 60 hari. Pasukan Rusia secara bertahap mempersempit jalur yang menonjol," ujarnya kepada TMT.

"Koridor menuju Pokrovsk hanya selebar sekitar 17 kilometer. Masuk dan keluar masih relatif aman, tetapi jika situasinya memburuk, tinggal di sana akan menjadi tidak mungkin."

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved