Berita Aceh Barat
Hujan Bantu Padamkam Karhutla di Aceh Barat, 9,6 Ha Lahan Hangus Terbakar
Kobaran api yang muncul sejak Kamis, 24 Juli 2025, telah menghanguskan sedikitnya 9,6 hektare lahan yang meliputi perkebunan warga dan vegetasi atau
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
Kobaran api yang muncul sejak Kamis, 24 Juli 2025, telah menghanguskan sedikitnya 9,6 hektare lahan yang meliputi perkebunan warga dan vegetasi atau berbagai tumbuhan liar di hutan.
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Dalam sepekan terakhir, Kabupaten Aceh Barat dikepung oleh serangkaian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di berbagai titik desa.
Kobaran api yang muncul sejak Kamis, 24 Juli 2025, telah menghanguskan sedikitnya 9,6 hektare lahan yang meliputi perkebunan warga dan vegetasi atau berbagai tumbuhan liar di hutan.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, melaporkan bahwa seluruh titik kebakaran telah berhasil dipadamkan sepenuhnya hingga Sabtu (2/8/2025) sore yang dibantu oleh guyuran hujan.
Proses pemadaman yang dilakukan selama berhari-hari ini menjadi upaya besar lintas sektor dalam menghadapi bencana alam yang sempat memicu kekhawatiran luas di masyarakat.
Kebakaran pertama terpantau di Gampong Aron Baroh, Kecamatan Woyla, Kamis, 24 Juli 2025 siang melalui pantauan aplikasi Lancang Kuning dan SiPongi.
Keesokan harinya, BPBD menerima laporan resmi dan segera mengerahkan armada pemadam ke lokasi untuk mengendalikan api agar tidak menyebar.
Baca juga: Prabowo, Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto, Isyarat Perubahan Arah?
Namun, upaya belum selesai. Titik-titik panas berikutnya bermunculan di Gampong Aron Tunong dan Gampong Napai pada Sabtu dan Minggu 26–27 Juli 2025.
Bahkan pada hari yang sama, api juga terdeteksi di Gampong Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan.
Tidak berhenti di situ, titik api juga dilaporkan muncul di Gampong Alue On dan Gampong Karak pada Senin (28/7/2025), dan dua hari kemudian kembali muncul di Gampong Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga.
Rentetan kejadian ini menuntut respon cepat dari BPBD dan jajaran pemadam kebakaran untuk bertindak dalam waktu hampir bersamaan di lokasi yang berbeda, dengan segala keterbatasan sarana, medan yang sulit diakses, dan tiupan angin yang cukup kencang
Di tengah berbagai kendala teknis seperti sumber air yang jauh, armada terbatas, serta medan yang sulit dilalui, keberhasilan penanganan karhutla ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor.
Unsur yang terlibat antara lain BPBD Aceh Barat, Damkar dari berbagai pos (Mako, Woyla, Arongan, dan Kaway XVI), personel TNI-Polri dari Koramil dan Polsek setempat, KPH IV, serta perusahaan swasta seperti PT PAAL yang turut membantu pengerukan parit menggunakan eskavator sebagai sumber air darurat.
Baca juga: Proyek Ketahanan Pangan Aceh Dipresentasikan di Vietnam
Tak kalah penting, peran masyarakat juga patut diapresiasi, terutama warga setempat yang membantu memberi informasi awal, serta turut terlibat langsung dalam proses pemadaman manual di lahan yang rawan terbakar.
| Huntara di Jambak Masih Proses Dialiri Air Bersih, Bukti Dampak Parah Banjir Bandang di Aceh Barat |
|
|---|
| Aceh Barat Tak Masuk Prioritas Dana TKD, BPBD: Pemerintah Pusat dan Aceh Tahu Dampak Bencana |
|
|---|
| BPBD Ungkap Tiga Titik Kerusakan Parah Akibat Banjir Bandang di Aceh Barat |
|
|---|
| Bulog Meulaboh Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Migor untuk 89.260 KK di Empat Kabupaten |
|
|---|
| Aceh Barat Hancur Diterjang Bencana, Nol Dana Rehab Rekon, Publik Bersuara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hujan-padamkan-karhutla1.jpg)