Sabtu, 25 April 2026

Internasional

Proyek Ketahanan Pangan Aceh Dipresentasikan di Vietnam

Kesempatan ini tidak hanya tentang mempromosikan Aceh, tetapi juga membawa suara petani mitra kami ke panggung internasional

|
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Direktur Eksekutif Rumoh Pangan Aceh, Rivan Rinaldi (dua dari kanan baris kedua) foto bersama dengan para peserta pada ajang regional Alumni Accelerator YSEALI Professional Fellows Program (PFP) yang diselenggarakan pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Ho Chi Minh City, Vietnam. 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM  -  Rivan Rinaldi, Founder sekaligus Direktur Eksekutif Rumoh Pangan Aceh (RPA) mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan proyek pendampingan petani mitra dan ketahanan pangan Aceh pada ajang regional Alumni Accelerator YSEALI Professional Fellows Program (PFP) yang diselenggarakan pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Ho Chi Minh City, Vietnam

Kegiatan ini mempertemukan 40 alumni terpilih dari negara-negara ASEAN dan Timor Leste dalam seleksi yang sangat ketat untuk memperkuat kapasitas, memperluas jejaring, dan memobilisasi dukungan bagi inisiatif perubahan sosial di kawasan Asia Tenggara.

YSEALI Professional Fellows Program merupakan inisiatif dari U.S. Department of State yang dirancang untuk memperkuat hubungan antarpemimpin muda di Asia Tenggara dan Timor Leste melalui pertukaran profesional, pengembangan kepemimpinan, serta kemitraan berkelanjutan.

"Sejak peluncurannya sebagai bagian dari Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) pada 2013, inisiatif ini telah membina ribuan alumni dan membentuk komunitas pemimpin muda yang aktif di berbagai bidang, termasuk ketahanan pangan, keberlanjutan, kepemimpinan, dan ekonomi inklusif," kata Rivan melalui telepon kepada Serambinews.com di Banda Aceh,  Sabtu (2/8/2025) malam.

Baca juga: Ini Kendala Jalan Tol Sigli–Banda Aceh, Pengadaan Tanah Jalan Tol Binjai–Langsa II Rampung 97 persen

Menurut Rivan, selama empat hari intensif Alumni Accelerator, para peserta mendapatkan pelatihan capacity building, penguatan kepemimpinan, kesempatan berjejaring lintas negara, serta sesi strategis untuk mengakses pendanaan guna mempercepat implementasi proyek mereka di masing-masing komunitas. 

Pada kesempatan bergengsi itu Rivan mempresentasikan pendekatannya dalam membangun ekosistem pendampingan petani regeneratif, termasuk mekanisme akses pasar langsung, model community-supported agriculture (CSA), serta sinergi antara pengurangan susut pangan dan ketahanan pangan lokal di Aceh.

“Kesempatan ini tidak hanya tentang mempromosikan Aceh, tetapi juga membawa suara petani mitra kami ke panggung internasional.

 Ini menunjukkan bahwa solusi berbasis komunitas untuk ketahanan pangan bisa tumbuh dari ujung Indonesia dan bersinergi dengan pemimpin-pemimpin di ASEAN dan Timor Leste,” ujar Rivan yang menyelesaikan program S2-nya di Belanda.

“Melalui jejaring, pembinaan, dan akses pendanaan yang difasilitasi oleh YSEALI PFP, kami mendapat energi baru untuk memperluas dampak program di lapangan,” kata anak muda kelahiran Aceh Selatan ini.

Baca juga: 5 Tahun Rehab Irigasi Krueng Pase Belum Selesai, Dosen Unimal: Ketahanan Pangan Sandiwara Politik

Kegiatan ini, lanjut Rivan, juga menjadi wadah pertukaran pengalaman antarpeserta dari berbagai negara, termasuk berbagi praktik baik (best practice) dalam pemberdayaan petani, inovasi distribusi pangan, serta keterlibatan pemuda dalam sistem pangan berkelanjutan.

Dukungan dari program ini, diharapkan Rivan dapat memperkuat kapasitas Rumoh Pangan Aceh atau Aceh Food Bank dalam mengakselerasi transformasi pertanian tradisional menuju sistem regeneratif dan organik—sebuah langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan Aceh dan mengurangi ketergantungan impor pangan. 

Tentang YSEALI  PFP

YSEALI Professional Fellows Program (PFP) adalah program pertukaran dua arah dari U.S. Department of State untuk pemimpin muda di Asia Tenggara dan Timor-Leste yang ingin meningkatkan kapasitas profesional dan kepemimpinan mereka. 

Program ini, terang Rivan, mencakup tema-tema seperti keterlibatan sipil, inovasi dan kewirausahaan, tata kelola masyarakat, serta keberlanjutan dan lingkungan.

Peserta terpilih mendapat kesempatan belajar langsung, membangun mitra strategis, serta mengakses jaringan dan sumber daya guna memperbesar dampak proyek sosial mereka.

Baca juga: Kunjungi Lahan Ketahanan Pangan Kodim Abdya, Danrem Panen Sayur dan Tebar Dua Ribu Benih Ikan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved