Harga Emas

Emas Perhiasan di Langsa Bertahan, Cek Rincian Harganya 4 Agustus 2025

Pemilik Toko Emas Berkat Jasa Sejahtera, Muhammad Syirajullah, menyebutkan, saat ini harga emas perhiasan bertahan di harga pengujung pekan lalu.

Penulis: Zubir | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Emas perhiasan yang dipajang di Toko Emas Berkat Jasa Sejahtera di persimpangan Jalan T Umar dan TM Zein Langsa, baru-baru ini. Berikut harga emas di Langsa hari ini, Senin, 5 September 2022 

Pemilik Toko Emas Berkat Jasa Sejahtera, Muhammad Syirajullah, menyebutkan, saat ini harga emas perhiasan bertahan di harga pengujung pekan lalu.

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Update terbaru harga emas perhiasan di daerah Kota Langsa masih bertahan seperti pekan lalu, Senin (4/8/2025).

Pemilik Toko Emas Berkat Jasa Sejahtera, Muhammad Syirajullah, menyebutkan, saat ini harga emas perhiasan bertahan di harga pengujung pekan lalu.

Syirajullah merincikan, untuk emas perhiasan 99,5 persen berada pada harga jual Rp 5.850.000 per mayam. 

Begitu juga emas perhiasan 97 persen, sama masih berada seperti sebelumnya Rp 5.700.000 per mayam.

"Untuk kedua jenis emas tersebut belum biaya untuk tambahan tempahan senilai Rp 50 ribu," sebutnya.  

Sementara untuk emas perhiasan emas 70 persen sudah lama bertahan Rp 1.550.000 per gram, belum termasuk ongkos. 

Baca juga: Harga Emas Stagnan, Warga Aceh Timur Banyak yang Beli untuk Mahar

Pemicu Harga Emas Stagnan

Pemilik usaha emas di Toko Emas Jasa Sejahtera di Jalan T Umar Langsa meperlihatkan emas batang logam mulia.
Pemilik usaha emas di Toko Emas Jasa Sejahtera di Jalan T Umar Langsa meperlihatkan emas batang logam mulia. (For Serambinews.com)

Harga emas bisa bertahan tinggi karena sejumlah faktor yang saling berkaitan dan menciptakan daya tarik terhadap logam mulia ini.

Berikut pemicu utamanya:

  1. Faktor-Faktor yang menopang harga emas
    Ketidakpastian ekonomi global. Ketika ekonomi dunia diliputi krisis—seperti ancaman resesi, konflik geopolit Ketika perekonomian dunia diliputi masalah—seperti ancaman resesif, konflik geopolitik, atau kebijakan proteksionis—investor cenderung mencari aset aman seperti emas
  2. Kebijakan Suku Bunga Federal Reserve (The Fed) . Jika suku bunga rendah, imbal hasil dari aset lain seperti obligasi menurun, sehingga emas menjadi lebih menarik. Sebaliknya, kenaikan suku bunga bisa menekan harga emas.
  3. Melemahnya nilai tukar Dolar AS. Karena emas dihargai dalam dolar, pelemahan dolar membuat emas lebih murah bagi investor luar negeri, sehingga permintaan naik dan harga bertahan.
  4. Permintaan tinggi dari industri dan bank sentral  emas digunakan dalam perhiasan, elektronik, dan juga dibeli oleh bank sentral sebagai cadangan devisa. permintaan yang stabil atau meningkat menjaga harga tetap tinggi.
  5. Pasokan terbatas. Produksi emas yang menurun karena faktor geografis atau biaya tinggi dapat mengurangi pasokan, mendorong harga tetap tinggi jika permintaan tidak ikut turun.
  6. Inflasi yang tinggi. Emas sering dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi. Saat inflasi meningkat, investor beralih ke emas untuk menjaga daya beli. (*)

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved