Senin, 27 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Ukraina Akhiri Perang dengan Rusia, Moskow Sukses Pertahankan Kendali De Facto di 5 Wilayah

Ini berarti Rusia akan mempertahankan kendali de facto atas wilayah Lugansk, Donetsk, Zaporizhzhia, Kherson dan Krimea.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Istimewa
Ukraina Akhiri Perang dengan Rusia, Moskow Sukses Pertahankan Kendali De Facto di 5 Wilayah 

Ukraina Akhiri Perang dengan Rusia, Moskow Sukses Pertahankan Kendali De Facto di 5 Wilayah

SERAMBINEWS.COM - Ukraina sedang mempertimbangkan rencana perdamaian untuk mengakhiri koflik perang dengan Rusia.

Hal ini akan membuat Ukraina menerima Moskow mempertahankan sebagian wilayah yang dikuasai pasukan Rusia.

“Ukraina dapat setuju untuk menghentikan pertempuran dan membiarkan Rusia terus menguasai wilayah yang dikuasai pasukan Rusia, berdasarkan rencana perdamaian yang didukung Eropa”, demikian laporan Telegraph Inggris pada Senin (11/8/2025).

Menurut laporan media tersebut, dalam percakapan dengan banyak pemimpin Eropa, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menekankan bahwa mereka perlu menolak semua usulan Trump yang mengharuskan Kiev menyerahkan lebih banyak wilayah, tetapi tetap membuka kemungkinan untuk "membekukan" garis depan pada posisinya saat ini.

Baca juga: Serangan Rudal Besar-besaran Rusia, 31 Warga Ukraina Tewas, 159 Luka-luka

Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia, 4 wilayah yang akan mengadakan referendum
Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia (Graeme Bruce/CBC News)

Ini berarti Rusia akan mempertahankan kendali de facto atas wilayah Lugansk, Donetsk, Zaporizhzhia, Kherson dan Krimea.

Menurut Telegraph, sikap yang lebih lunak dalam negosiasi dibuat tepat sebelum pertemuan langsung antara Trump dan Putin di Alaska pada 15 Agustus mendatang.

Seorang pejabat mengatakan rencana tersebut “hanya dapat didasarkan pada posisi yang saat ini dipegang oleh kedua militer.”

Namun, Ukraina dan negara-negara Eropa khawatir bahwa kedua pemimpin tersebut mungkin akan bernegosiasi untuk mengakhiri konflik tanpa melibatkan Ukraina

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, mengatakan bahwa Washington telah berjanji untuk berkonsultasi dengan sekutu-sekutu Eropa sebelum pertemuan tersebut.

Kekhawatiran utama Eropa berkisar pada rencana yang kabarnya didukung Moskow yang menyerukan pembekuan garis depan di Ukraina tenggara jika pasukan Ukraina mundur dari Donetsk dan Lugansk yang dikuasai Moskow

Para diplomat Eropa mengatakan tujuan utama Rusia tidak berubah, yakni mencegah Ukraina bergabung dengan NATO dan mendemiliterisasi Ukraina.

Presiden Zelensky memperingatkan bahwa tidak ada tanda-tanda kalau Rusia siap untuk mengakhiri konflik.

Sebaliknya, Moskow memobilisasi pasukan untuk melancarkan operasi ofensif baru, menurut laporan intelijen Ukraina

Menurut Telegraph, Ukraina bersedia menyerahkan sebagian wilayahnya, tetapi hanya akan menerimanya jika perjanjian damai disertai jaminan keamanan yang kuat, termasuk pasokan senjata dan peta jalan untuk bergabung dengan NATO.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved